POSKOTA.CO.ID - Perjalanan mudik menjelang Lebaran selalu identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan kenaikan berbagai biaya penunjang perjalanan.
Harga tiket transportasi, bahan bakar, hingga konsumsi kerap melonjak signifikan. Tanpa persiapan matang, pengeluaran bisa membengkak dan mengganggu stabilitas keuangan setelah hari raya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga meningkat menjelang hari besar keagamaan. Lonjakan kebutuhan turut berdampak pada sektor transportasi dan logistik. Karena itu, perencanaan anggaran menjadi langkah penting agar perjalanan tetap nyaman sekaligus hemat.
Mengapa Perlu Menerapkan Tips Hemat Biaya Perjalanan Mudik?
Arus mudik nasional tiap tahun mencatat peningkatan signifikan. Permintaan perjalanan pada periode Lebaran terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, menurut laporan Kementerian Perhubungan. Lonjakan ini memicu penyesuaian harga tiket dan layanan transportasi.
Tanpa perencanaan, biaya perjalanan dapat melebihi perkiraan. Kondisi tersebut berisiko mengganggu keuangan keluarga setelah kembali dari kampung halaman. Dengan anggaran yang tersusun rapi, pengeluaran dapat dikendalikan lebih efektif.
1. Buat Rincian Anggaran Secara Detail
Membuat daftar anggaran adalah langkah dasar dalam pengendalian pengeluaran. Rinci biaya transportasi, konsumsi, tol, oleh-oleh, hingga dana darurat. Dari sini, batas maksimal belanja dapat ditentukan.
Contoh simulasi perjalanan darat 300–400 km:
- BBM: Rp350.000
- Tol: Rp250.000
- Makanan & minuman: Rp200.000
- Dana darurat: Rp300.000
- Total estimasi: Rp1.100.000
Dengan simulasi ini, potensi pembengkakan biaya dapat dipantau sejak awal.
2. Strategi Hemat Jika Mudik Menggunakan Kereta Api
Kereta api menjadi moda favorit karena jadwal yang pasti dan harga lebih stabil. Tiket umumnya dirilis jauh hari sehingga pembelian lebih awal sangat disarankan.
Tips hemat kereta api:
- Pantau jadwal pembukaan tiket resmi
- Pilih keberangkatan non-prime time
- Sesuaikan kelas kereta dengan kebutuhan
- Bawa bekal agar tidak boros di perjalanan
Semakin dekat hari keberangkatan, pilihan kursi makin terbatas dan harga cenderung meningkat.
3. Strategi Hemat Jika Mudik Naik Bus
Bus merupakan alternatif ekonomis untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. Namun, harga tiket dapat berbeda antar perusahaan otobus.
Cara menghemat biaya bus:
- Bandingkan harga dari berbagai agen resmi
- Hindari pembelian mendadak di terminal
- Perhitungkan potensi biaya bagasi tambahan
Memilih waktu pemesanan yang tepat dapat memberi selisih harga yang cukup besar.
4. Strategi Hemat Jika Mudik dengan Pesawat
Moda pesawat cocok untuk jarak jauh, tetapi harganya paling fluktuatif menjelang Lebaran. Fleksibilitas tanggal menjadi kunci penghematan.
Langkah hemat pesawat:
- Pesan tiket 1–2 bulan sebelumnya
- Aktifkan fitur notifikasi harga pada aplikasi perjalanan
- Pilih jadwal tengah minggu atau dini hari
- Perhatikan biaya tambahan (bagasi, seat selection, konsumsi)
Harga tiket dapat melonjak drastis jika dibeli mendekati hari keberangkatan, terutama saat puncak arus mudik.
5. Hitung Biaya Tambahan di Luar Tiket
Banyak orang hanya fokus pada harga tiket utama tanpa memperhitungkan biaya lanjutan seperti transportasi menuju stasiun, bandara, atau terminal.
Biaya tambahan yang sering terlewat:
- Transportasi menuju titik keberangkatan
- Biaya parkir kendaraan
- Transportasi lanjutan di kota tujuan
Menghitung total biaya secara menyeluruh membantu menentukan moda transportasi paling efisien.
6. Siapkan Bekal dan Kendalikan Konsumsi
Harga makanan di rest area, stasiun, maupun bandara umumnya lebih tinggi. Membawa bekal pribadi dapat menekan biaya konsumsi secara signifikan.
Selain hemat, bekal juga memudahkan saat terjadi kemacetan panjang. Perencanaan kecil seperti ini memberikan dampak besar terhadap total anggaran perjalanan.
7. Siapkan Dana Darurat dan Hindari Pengeluaran Impulsif
Dana darurat penting untuk mengantisipasi situasi tak terduga, seperti keterlambatan, perubahan jadwal, atau kebutuhan teknis lainnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam literasi keuangan merekomendasikan dana cadangan untuk kebutuhan mendesak. Besaran ideal adalah 20–30 persen dari total anggaran perjalanan.
Selain itu, hindari belanja impulsif seperti membeli oleh-oleh berlebihan atau konsumsi yang tidak direncanakan.
Baca Juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Catat Perkiraan Waktu Terkuat di Bulan Ramadhan
Strategi Tambahan untuk Efisiensi Mudik
- Hindari perjalanan pada puncak arus mudik jika memungkinkan
- Lakukan servis kendaraan sebelum berangkat untuk mencegah biaya tak terduga
- Manfaatkan aplikasi pembanding harga tiket dan rute perjalanan
- Catat setiap pengeluaran agar lebih mudah mengevaluasi anggaran
Menerapkan tips hemat biaya perjalanan mudik bukanlah hal sulit, tetapi membutuhkan disiplin dan perencanaan yang baik. Setiap moda transportasi memiliki strategi penghematan berbeda yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Dengan anggaran terstruktur, konsumsi terkendali, dan dana darurat yang memadai, mudik Lebaran dapat dinikmati secara nyaman tanpa mengganggu keuangan setelah hari raya.
