Dana darurat penting untuk mengantisipasi situasi tak terduga, seperti keterlambatan, perubahan jadwal, atau kebutuhan teknis lainnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam literasi keuangan merekomendasikan dana cadangan untuk kebutuhan mendesak. Besaran ideal adalah 20–30 persen dari total anggaran perjalanan.
Selain itu, hindari belanja impulsif seperti membeli oleh-oleh berlebihan atau konsumsi yang tidak direncanakan.
Baca Juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Catat Perkiraan Waktu Terkuat di Bulan Ramadhan
Strategi Tambahan untuk Efisiensi Mudik
- Hindari perjalanan pada puncak arus mudik jika memungkinkan
- Lakukan servis kendaraan sebelum berangkat untuk mencegah biaya tak terduga
- Manfaatkan aplikasi pembanding harga tiket dan rute perjalanan
- Catat setiap pengeluaran agar lebih mudah mengevaluasi anggaran
Menerapkan tips hemat biaya perjalanan mudik bukanlah hal sulit, tetapi membutuhkan disiplin dan perencanaan yang baik. Setiap moda transportasi memiliki strategi penghematan berbeda yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Dengan anggaran terstruktur, konsumsi terkendali, dan dana darurat yang memadai, mudik Lebaran dapat dinikmati secara nyaman tanpa mengganggu keuangan setelah hari raya.
