Ini menjadi pesan kunci bahwa reaksi publik khususnya di media sosial perlu mempertimbangkan akurasi informasi, proporsionalitas respon, serta empati.
Kasus Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya bukan sekadar soal status kewarganegaraan anak atau penggunaan dana negara. Kasus ini memotret cara publik bereaksi terhadap isu viral serta bagaimana standar moral sering kali diterapkan secara tidak konsisten.
Melalui pandangannya, Tere Liye mengingatkan bahwa perdebatan publik sejatinya diarahkan pada substansi, bukan sekadar emosi. Sikap proporsional dan jernih sangat dibutuhkan agar ruang publik tetap sehat dan demokratis.
