Jika tidak diatur dengan baik, kondisi ini bisa memicu kantuk berlebih hingga microsleep yang sangat berbahaya di jalan.
3. Penuhi Asupan Saat Sahur
Sahur merupakan sumber energi utama selama berpuasa. Melewatkan sahur atau mengonsumsi makanan tidak seimbang dapat membuat tubuh cepat lemas dan mengantuk saat berkendara.
Selain itu, kecukupan cairan juga penting untuk menjaga kebugaran tubuh agar konsentrasi tetap optimal.
4. Gunakan Perlengkapan Berkendara Lengkap
Perlengkapan berkendara adalah perlindungan utama bagi pengendara motor. Helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, serta sepatu wajib digunakan.
Selain melindungi tubuh jika terjadi risiko di jalan, perlengkapan lengkap juga meningkatkan kenyamanan dan rasa percaya diri saat berkendara.
Baca Juga: Toyota Tsusho Indonesia Tes Truk Kontainer Listrik untuk Distribusi
5. Disiplin Menjaga Jarak Aman
Menjaga jarak aman antar kendaraan sangat penting, terutama saat kondisi tubuh sedang berpuasa dan potensi penurunan konsentrasi meningkat.
Dengan jarak yang cukup, pengendara memiliki waktu reaksi lebih panjang untuk mengantisipasi situasi darurat di jalan.
Jangan Paksakan Diri Saat Lelah
Agus Sani mengingatkan kepada masyarkaat yang berkendara saat berpuasa agar tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah tidak prima.
“Saat sudah merasa lelah, mengantuk, atau kurang fokus, sebaiknya jangan memaksakan diri. Menepi dan beristirahat sejenak adalah keputusan bijak,” kata Agus.
“Pastikan sahur dengan nutrisi cukup, minum air yang memadai, dan berkendara dengan kecepatan yang wajar agar tetap aman selama Ramadan,” jelasnya.
Melalui penerapan lima poin tersebut, diharapkan pengguna sepeda motor dapat tetap menjalankan aktivitas selama bulan puasa dengan aman dan nyaman.
