“Semuanya bisa diatur, pemenuhan bisa dilakukan secara bertahap. Jika sangat- sangat mendesak, apa boleh buat,” jelas Heri.
“Tapi rasa-rasanya kurang pantas, jika koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, terlebih koperasi Merah Putih, menggunakan produk asing,” urai mas Bro.
“Tapi persoalan sepertinya sudah klir. Pihak Agrinas sendiri telah mengklarifikasi akan menunda impor mobil pikap dari India untuk kebutuhan koperasi. Pihaknya akan mengikuti saran dari DPR dan pemerintah,” ujar Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Filosofi Asta-Jari Tangan
“Di sisi lain, seperti dikatakan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita, Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan pikap secara mandiri yang menjadi bukti kemandirian industri otomotif nasional, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi perekonomian,” kata mas Bro.
“Nah, semakin jelas, dan persoalan semakin klir. Penggunaan produk lokal akan menggerakkan perekonomian nasional,” kata Yudi.
