Diguyur Hujan Panjang! Petani Timun Suri Gagal Panen di Limo Depok saat Masuk Ramadhan

Selasa 24 Feb 2026, 16:14 WIB
isan Boyeng, petani buah timun suri yang mengalami gagal panen saat Ramadhan. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

isan Boyeng, petani buah timun suri yang mengalami gagal panen saat Ramadhan. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

"Musim hujan timun suri gagal panen, pendapatan turun 80 persen. Untuk menutup kerugian, beralih ke singkong, ubi, serta bayam karena cocok ditanam saat musim hujan,” tuturnya.

Anak Lulus Kuliah dari Hasil Bertani

Boyeng menekuni pertanian sejak usia 25 tahun, sejak ikut orang tua. Ia tidak sempat bersekolah, tetapi mampu menghidupi empat anaknya.

Satu orang anak Boyeng berhasil lulus sarjana, sedangkan sebagian anak lainnya bekerja secara mandiri.

Baca Juga: Jalan di Depok Tergenang Luapan Kali Baru

“Dari bertani satu anak yang paling tua sudah lulus kuliah dan sekarang sudah berkeluarga. Ditambah sudah memiliki 4 cucu," tutur Boyeng.

Ia pun memaparkan jika secara normal sekali panen mencapai 300 sampai 1000 buah dan bisa dihargai Rp5 juta.

Tetapi tahun ini, mengalami gagal panen namun ia tetap bersyukur dapur rumahnya tetap ngebul.

"Untuk tahun ini yang penting bisa membuat dapur gebul saja untuk masak makan keluarga sudah alhamdullilah," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update