POSKOTACOID - Ada kabar gembira bagi masyarakat yang menanti penyaluran bantuan sosial (bansos). Dana PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026 cair pada awal Ramadhan 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI resmi menyalurkan dana bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 1 Tahun 2026.
Sama seperti sebelumnya, bansos PKH dan bansos BPNT cair secara bertahap kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 22 Februari 2026 Kini Tembus Rp3 Jutaan, Waktunya Jual?
Bantuan Tahap I Tahun 2026 yang cair bertahap pada Ramadhan 2026 merupakan alokasi untuk periode Januari, Februari, dan Maret.
Pada tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran bantuan kepada 10 juta KPM PKH dan 18.250.000 KPM BPNT.
Penerima Bansos PKH dan BPNT
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan penyaluran bansos Tahap 1 tahun 2026 sudah sekitar 85 persen hingga awal Ramadhan 2026.
Gus Ipul mengungkapkan, jumlah penerima PKH pada triwulan 1 atau tahap 1 tahun 2026 sudah sekitar 8,9 juta KPM.
Baca Juga: Belvin Tannadi Siapa? Ini Sosok Influencer yang Didenda OJK Rp5,35 M Gegara Diduga Goreng Saham
Sedangkan, untuk penerima bantuan sembako atau BPNT, kata dia, ada sebanyak 15 juta lebih KPM.
"Penyaluran (PKH) sampai saat sekarang, untuk triwulan pertama, Januari, Februari, Maret, itu 8.940.958 KPM. Sudah tersalurkan lebih dari Rp6 triliun atau 89,4 persen. Sementara Sembako, itu sudah tersalurkan 15 juta lebih KPM (dengan nominal) Rp9 triliun lebih, (atau) sebanyak 86,9 persen," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, seperti dikutip Minggu, 22 Februari 2026.
Para penerima bansos PKH dan BPNT merupakan KPM yang terverifikasi dan tervalidasi data-datanya di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan vada sekitar 1 juta KPM PKH dan 2 juta KPM BPNT baru yang terdaftar sebagai penerima bansos.
"Jadi, setiap triwulan ada penerima manfaat baru (hasil pemutakhiran DTSEN), sebagian besar belum memiliki rekening. Maka itu ada namanya buka burekol dan perlu waktu 1-2 bulan untuk burekol-nya itu," jelasnya.
Nominal Bansos PKH dan BPNT
Perlu diketahui bahwa jumlah bantuan yang diterima oleh KPM PKH dan BPNT tidaklah sama.
Nominal bansos PKH ditentukan berdasarkan komponen penerimanya. Sedangkan, untuk bantuan sembako tidak ada pengkategorian nya.
Berikut ini jumlah saldo dana bansos PKH dan BPNT yang bisa diterima oleh setiap KPM.
Nominal Bansos PKH
1. Komponen Kesehatan
- Anak usia dini (0-6 tahun): Rp3.000.000/tahun atau 750.000 per tahap per tiga bulan.
- Ibu hamil: Rp3.000.000/tahun atau 750.000 per tahap.
2. Komponen Pendidikan
- Siswa SD: Rp /tahun atau Rp225.000 per tahap
- Siswa SMP: Rp1.500.000/tahun atau Rp375.000 per tahap
- Siswa SMA: Rp2.000.000/tahun atau Rp500.000 per tahap
3. Komponen Kesejahteraan Sosial
- Penyandang disabilitas: Rp2.400.000/tahun atau Rp600.000 per tahap
- Orang lansia: Rp2.400.000/tahun atau Rp600.000 per tahap
Nominal Bansos BPNT
Berbeda dari PKH, bansos BPNT disalurkan untuk keluarga miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan harian dan pembagian bantuannya tidak dikelompokkan.
- Rp200.000 per bulan/per KPM atau Rp600.000 per tiga bulan
Perlu diingat bahwa bansos reguler dari pemerintah dicairkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan Bank Himbara, seperti BNI, BRI, BSI, dan Bank Mandiri.
Cara Cek Bansos PKH dan BPNT
Untuk mengecek apakah dana bantuan sudah cair ke rekening, KPM bisa langsung memeriksa rekening KKS Himbara miliknya.
Selain itu, kamu juga bisa mengecek status penyaluran bantuan dengan mengikuti panduan berikut ini.
1. Cek Bansos via Website
- Buka browser di perangkat
- Kunjungi situs resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih lokasi tempat mu berada, mulai dari Provinsi, Kabupaten atau Kota, Kecamatan, hingga desa atau kelurahan
- Isi nama penerima manfaat
- Masukkan empat digit kode yang tersedia di sana
- Klik "Cari Data"
- Situs akan menampilkan informasi apakah nama mu tercatat sebagai penerima bansos
2. Cek Bansos via Aplikasi Cek Bansos
- Pasang aplikasi Cek Bansos
- Setelah itu buat akun baru
- Masukkan nomor Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap dan juga alamat sesuai KTP
- Tambahkan juga nomor ponsel dan alamat email
- Buat kata sandi
- Kemudian, unggah foto selfie sambil memegang KTP
- Setelah itu, buat akun baru
- Jika dinilai layak, maka masyarakat akan diberikan username untuk mengakses aplikasi ini
- Selanjutnya, masukkan username dan kata sandi
- Lalu, tekan menu pencarian dan isi data penerima untuk melihat informasi terkait penyaluran bansos.
