Setahun sebelumnya, ia pernah melaporkan istrinya ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan.
Namun laporan tersebut tidak dilanjutkan setelah sang istri memohon maaf dan membuat surat pernyataan tertulis disertai rekaman video pengakuan.
Meski demikian, laporan lama tersebut disebut belum resmi dicabut.
Hasil Autopsi: Luka Bakar dan Organ Membengkak
Kepala RS Bhayangkara Setukpa Polri, Kombes Pol dr. Carles Siagian, menjelaskan bahwa tim forensik menemukan sejumlah luka bakar pada tubuh korban.
“Ditemukan luka bakar di anggota gerak, kaki kiri, punggung, serta area bibir dan hidung yang diduga akibat panas,” ungkap Carles.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian. Berdasarkan temuan awal, luka bakar tersebut dinilai tidak serta-merta menyebabkan kematian.
Tim medis telah melakukan autopsi menyeluruh terhadap organ tubuh korban. Sampel organ juga telah dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Kembali Mutasi Massal, 175 Personel Ganti Posisi
Carles mengungkapkan bahwa jantung dan paru-paru korban mengalami pembengkakan. Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut berkaitan langsung dengan dugaan penganiayaan atau faktor medis lain.
Polisi Tunggu Hasil Laboratorium
Hingga kini, penyebab kematian NS masih menunggu hasil uji laboratorium.
Proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap secara terang peristiwa yang menimpa korban.
Ayah korban menyatakan mendukung penuh proses autopsi dan penyelidikan demi mengungkap kebenaran atas kematian anaknya.
