Terungkap! Bocah 12 Tahun di Sukabumi Meninggal Penuh Luka, Ibu Tiri Pernah Dilaporkan KDRT

Sabtu 21 Feb 2026, 15:10 WIB
Kasus Kematian dengan Luka Melepuh Mengguncang Surade (Sumber: Pinterest/@Sheila)

Kasus Kematian dengan Luka Melepuh Mengguncang Surade (Sumber: Pinterest/@Sheila)

SUKABUMI, POSKOTA.CO.ID - Peristiwa memilukan menimpa seorang pelajar SMP berusia 12 tahun asal Kampung Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Bocah tersebut meninggal dunia dengan kondisi kulit melepuh hampir di seluruh tubuh. Dugaan kuat mengarah pada tindak kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya.

Ayah kandung korban, Anwar Satibi, kini menempuh jalur hukum dan mendorong dilakukan autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian putra sulungnya.

“Saya tidak bisa menuduh sembarangan. Makanya saya ingin autopsi supaya jelas. Jika terbukti pidana, saya ingin ada efek jera,” ujar Anwar saat ditemui di RS Bhayangkara Setukpa Polri, Jumat, 20 Februari 2026.

Baca Juga: Hasil Autopsi Bocah 12 Tahun di Sukabumi: Ditemukan Luka Bakar dan Paru-paru Membengkak

Kronologi Kejadian

Tragedi bermula ketika Anwar bekerja di Kota Sukabumi selama dua hari. Pada malam pertama Ramadan, Rabu (19/2), ia menerima telepon dari istrinya yang menyampaikan bahwa anaknya sakit parah.

Saat tiba di rumah, ia menemukan anaknya dalam kondisi mengenaskan—kulit melepuh di beberapa bagian tubuh. Esok paginya, keluarga membawa korban ke RSUD Jampang Kulon.

Di ruang IGD, bocah tersebut masih sempat memberikan pengakuan mengejutkan kepada ayah dan kakek angkatnya.

“Ditanyalah ini anak, ya ngaku, dikasih minum air panas,” ungkap Anwar.

Seorang kerabat keluarga, Isep, yang sempat merekam pengakuan itu membenarkan pernyataan tersebut.

“Dia menjelaskan bahwa itu dilakukan oleh mamanya. Saya tidak mengada-ada, itu ucapan almarhum,” katanya.


Berita Terkait


News Update