Pengamat Tata Kota Soroti Parkir Liar Mahal di Jakarta, Dinilai Mirip Pemalakan

Sabtu 21 Feb 2026, 20:10 WIB
Ilustrasi kendaraan terparkir ilegal di Jakarta. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi kendaraan terparkir ilegal di Jakarta. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pengamat tata kota Yayat Supriatna menilai persoalan parkir liar dengan tarif mahal di Jakarta serupa dengan pemalakan.

"Jadi kadang-kadang patokan-patokan tarif yang terlalu mahal tanpa pertanggungjawaban ini kategori apa? Kategori pemerasan atau pemalakan gitu," kata Yayat kepada awak media, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurutnya, tarif yang dipatok sering kali sangat mahal, tetapi tidak disertai jaminan keamanan kendaraan maupun pertanggungjawaban apabila terjadi kehilangan atau kerusakan.

"Masalah parkir liar dengan tarif yang sangat mahal itu udah lagu lama itu, karena ada katakanlah ormas atau pengurus ya organisasi massa atau di tingkat lingkungan yang memang menguasai zona-zona parkir," ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Akui Parkir Liar Marak selama Ramadhan

Ia menilai, jika praktik tersebut sudah mengarah pada pemerasan, seharusnya bisa dilaporkan kepada aparat kepolisian.

"Kalau memang ini pemerasan dan pemalakan harusnya kan bisa dilaporkan ke pihak kepolisian dan polisi pasti tahu siapa pelaku-pelaku di sana," ucap dia.

Meski parkir liar kerap menjadi pilihan jalan pintas bagi sebagian orang, tidak dibarengi dengan jaminan keamanan kendaraan.

"Tapi pertanyaannya parkir liar ini memberikan garansi keamanan tidak bagi kendaraan tersebut," tuturnya.

Baca Juga: Penertiban Tidak Cukup, DPRD Jakarta Desak Pemprov Hukum Pelaku Parkir Liar

Ia pun mendorong kebijakan yang lebih komprehensif dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk mengurai persoalan parkir liar.

"Harus buat suatu kebijakan yang memang harus memetakan ya salah satu tadi dulu ide apakah tukang parkirnya bisa menjadi karyawan, berseragam, kemudian dipatok gitu targetnya," katanya.

Ia juga mengingatkan kapasitas gedung parkir resmi pada dasarnya terbatas dan tidak selalu mampu menampung seluruh kendaraan.

"Jadi supaya kita tidak mau pusing dengan parkir liar dan sebagainya ya yang paling murah itu ya naik angkutan umum. Menikmatilah karena angkutan umumnya juga sudah cukup bagus dibangun oleh Pemprov DKI," pungkasnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update