Pasar Ramadhan UMKM Masjid Istiqlal jadi Penggerak Ekonomi Umat

Sabtu 21 Feb 2026, 17:47 WIB
Salah sebuah lapak pedagang di Pasar Ramadhan di Masjid Istiqlal, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Salah sebuah lapak pedagang di Pasar Ramadhan di Masjid Istiqlal, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ba’da shalat ashar, pelataran Masjid Istiqlal dipadati warga yang datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga meramaikan Pasar Ramadhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ramadhan 1447 hijriah. Bazar musiman melibatkan UMKM binaan Istiqlal dan pelaku usaha umum untuk mendukung perputaran ekonomi umat.

“Program Ramadhan ada Itikaf seperti biasa, ada Pasar Ramadhan UMKM, yang jual-jual makanan terutama. Pasar Ramadhan akan ada yang jual baju, jual kuliner dan sebagainya,” kata Kepala Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam.

Abu Hurairah menjelaskan, Pasar Ramadhan berbeda dengan food court permanen yang sudah tersedia di area masjid. Stan-stan ini bersifat sementara dan hanya beroperasi selama bulan puasa. Pasar ini dijadwalkan berlangsung hingga dua hari menjelang Idul Fitri. Kebijakan itu diharapkan memberi kesempatan lebih luas bagi pelaku UMKM memanfaatkan momentum bulan suci.

“Baru beberapa hari beroperasi, sampai nanti dua hari sebelum Lebaran. Karena Lebaran makanya dikasih bonus sebelumnya, sebelumnya dimulai dulu,” ujarnya.

Baca Juga: Parkir Liar Marak saat Ramadhan, Satpol PP Jakarta Intensifkan Penertiban

Menurut Abu, kehadiran Pasar Ramadhan sebagai bagian program menyambut bulan suci. Para pelaku UMKM tidak hanya menjual produk kuliner saja, tetapi juga busana muslim seperti mukena dan baju koko, serta perlengkapan ibadah lainnya selama satu bulan penuh

Semangat UMKM dan Antusias Masyarakat

Kegiatan Pasar Ramadhan UMKM di Masjid Istiqlal menjadi salah satu agenda Ramadhan yang selalu dinanti warga Jakarta. Selain mempererat kebersamaan antarjamaah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha kecil. Momentum ini dinilai mampu membantu meningkatkan ekonomi UMKM selama bulan suci.

Beragam hidangan tersaji di setiap stan dengan tampilan yang menggugah selera. Mulai dari es buah-buahan segar, gorengan hangat, sosis bakar, aneka roti, hingga kerak telor tersedia di lokasi bazar. Tak ketinggalan, hidungan berat seperti nasi pecel, ayam bakar, dan Soto Lamongan juga menjadi incaran pembeli.

Rinaldi, 28 tahun, seorang pelayan stan roti dan berbagai macam kue, menata dagangan sejak sebelum Ashar agar lapaknya siap melayani pembeli. Aktivitas berjualan bahkan bisa berlangsung hingga mendekati tengah malam karena pengunjung masih berdatangan setelah shalat tarawih.

Pengunjung Pasar Ramadhan di Masjid Istiqlal, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

"Lumayan hari tarawih banyak yang beli, enggak tahu berapa bungkusnya mah. Soal keuntungan berapa itu bos yang lebih tahu, saya hanya melayani saja,” ucapnya.

Pria yang bermukim di Tanah Abang itu menyampaikan, Ramadhan selalu membawa suasana berbeda dibanding hari biasa.


Berita Terkait


News Update