Kesalahpahaman lain yang sering terjadi di masyarakat adalah anggapan bahwa niat harus diucapkan dengan lafaz Arab yang panjang dan baku.
Buya Yahya meluruskan pandangan tersebut dengan menegaskan bahwa niat tidak bergantung pada bahasa tertentu.
Niat boleh dilakukan dengan bahasa apa pun, bahkan cukup dilintaskan di dalam hati dengan kalimat sederhana.
Yang terpenting adalah adanya kesadaran dan tujuan jelas untuk menjalankan puasa Ramadhan keesokan harinya.
