Menurut Buya Yahya, lupa niat tidak serta-merta membuat puasa seseorang batal.
Dalam penjelasannya, terdapat beberapa pendapat ulama yang memberikan kemudahan bagi umat Islam agar tidak terjebak pada kesulitan beragama.
Salah satunya adalah ketika seseorang sudah melakukan aktivitas yang menunjukkan maksud berpuasa, seperti bangun sahur.
Sahur, menurut penjelasan tersebut, dapat menjadi indikasi kuat adanya niat puasa.
Sebab, makan di waktu yang tidak lazim pada dini hari menunjukkan tujuan yang jelas, yakni untuk berpuasa.
Oleh karena itu, dalam kondisi tertentu, puasa tetap bisa dinilai sah meskipun seseorang lupa melafalkan niat secara khusus.
Baca Juga: Download Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Jakarta, Depok, dan Bogor, KLIK DI SINI
Buya Yahya juga menekankan, perbedaan pendapat dalam fikih adalah hal yang wajar.
Ada pendapat yang mewajibkan niat setiap malam, namun ada pula pendapat yang membolehkan niat puasa Ramadhan dilakukan untuk satu bulan penuh di awal Ramadhan.
Pendapat ini sering dijadikan pegangan sebagai bentuk antisipasi jika suatu malam seseorang benar-benar lupa berniat.
Meski demikian, Buya Yahya mengingatkan agar kemudahan tersebut tidak disalahgunakan.
Jika seseorang masih dalam keadaan sadar dan ingat, maka tetap dianjurkan untuk berniat setiap malam sebagai bentuk kehati-hatian dan kesempurnaan ibadah.
