POSKOTACOID - Warganet dihebohkan oleh kabar seorang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga bergabung sebagai tentara Israel atau IDF.
Kabar mengenai dugaan seorang WNI jadi tentara IDF itu ramai jadi perbincangan hangat warganet di X.
Sejumlah warganet pun mempertanyakan kebenaran kabar tersebut dan menunggu tindakan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengenai isu yang beredar.
Baca Juga: Kasus Narkoba Kapolres Bima, Bareskrim Sebut Tak Ada Hubungan Khusus dengan Aipda Dianita
"Dear @Kemlu_RI. Berdasarkan catatan IDF, ada satu WNI yang menjadi tentara Zionis," tulis akun X @erl***, seperti dikutip pada Rabu, 18 Februari 2026.
"Tolong telusuri siapa orang ini, cabut kewarganegaraannya karena telah menjadi tentara penjajah!" lanjutnya.
Akun tersebut pun turut menyertakan foto tangkapan layar berbahasa Ibrani yang diketahui berisi daftar nama anggota pasukan asing IDF.
Sosok WNI yang diduga menjadi salah satu tentara IDF pun saat ini ramai disorot oleh warganet yang penasaran dengan identitasnya.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Dilaporkan 10 Tokoh Indonesia Terkait Dugaan Genosida di Palestina
Siapa Sosok WNI yang Gabung Tentara IDF?

Berdasarkan penelusuran pihak redaksi, data berisi daftar anggota pasukan asing yang bergabung sebagai tentara IDF mulanya diungkapkan oleh Declassified UK berdasarkan permintaan yang diajukan oleh pengacara Elad Man dari LSM Hatzlacha kepada IDF.
Data tersebut berisi jumlah orang dengan kewarganegaraan ganda yang merupakan anggota IDF pada Maret 2025.
Diketahui sebanyak 1.686 warga Inggris-Israel dan 383 orang lainnya dengan kewarganegaraan Inggris, Israel, dan lainnya bergabung dengan militer Israel di tengah kehancuran Gaza.
Baca Juga: Israel Tetap Bombardir Gaza Setelah Masuk Board of Peace, 31 Orang Tewas
Selain Inggris, anggota asing IDF dengan jumlah terbesar berasal dari dari AS, Rusia, Ukraina, Prancis, dan Jerman.
Dalam daftar tersebut ternyata tercantum data seorang warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam IDF.
Namun, daftar tersebut tidak mencantumkan identitas pasukan asing yang bergabung dengan IDF, melainkan hanya jumlah anggota asing dari masing-masing negara.
Oleh karena itu, sampai dengan saat ini masih belum diketahui siapa sosok WNI yang diduga bergabung dengan tentara Israel dan penyerangan ke Palestina.
Kementerian Luar Negeri RI hingga saat ini masih berusaha mengonfirmasi mengenai data yang beredar luas ini.
