Sidang Isbat Putuskan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Hilal Tak Terlihat di Indonesia

Selasa 17 Feb 2026, 20:21 WIB
Pemerintah tetapkan awal Ramadhan 1447H (Sumber: Freepik/@jcomp)

Pemerintah tetapkan awal Ramadhan 1447H (Sumber: Freepik/@jcomp)

Tim Hisab Rukyat Kemenag mengungkapkan bahwa di sejumlah wilayah, posisi hilal bahkan masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.

Di Merauke, Papua Selatan, ketinggian bulan tercatat minus 1,93 derajat. Sementara di Sabang, Aceh, posisi hilal berada pada minus 0,98 derajat.

Secara umum, hasil hisab memperkirakan ketinggian bulan berada dalam rentang minus 2,41 derajat hingga minus 0,93 derajat.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menegaskan bahwa secara teori hilal mustahil terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk ketika matahari terbenam.

Baca Juga: 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Apa Rahasia Keutamaan Mereka?

“Di seluruh wilayah NKRI, posisi hilal tidak memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS,” jelasnya dalam seminar pra-sidang isbat.

Potensi Perbedaan Awal Puasa

Dengan keputusan ini, umat Islam di Indonesia dipastikan memulai puasa Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026 sesuai penetapan pemerintah. Namun, perbedaan awal Ramadan kembali terjadi tahun ini.

Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah antara rukyat dan hisab masih menjadi faktor utama munculnya perbedaan awal ibadah puasa di Indonesia.

Meski demikian, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan menghormati perbedaan dalam pelaksanaan ibadah Ramadan tahun ini.


Berita Terkait


News Update