Cara Sehat Selama Ramadhan ala dr. Tirta: Tips Olahraga, Pola Makan, dan Gaya Hidup yang Teruji Medis

Selasa 17 Feb 2026, 09:10 WIB
dr. Tirta memberikan edukasi kesehatan mengenai olahraga, pola makan, dan kebiasaan sehat selama bulan Ramadan. (Sumber: Youtube/@Tirta Pengpengpeng)

dr. Tirta memberikan edukasi kesehatan mengenai olahraga, pola makan, dan kebiasaan sehat selama bulan Ramadan. (Sumber: Youtube/@Tirta Pengpengpeng)

Menurut dr. Tirta bahwa berbuka sebaiknya dilakukan secara sederhana, cukup air putih dan kurma sebelum salat Magrib. Ia mengingatkan agar menghindari “bom gula” seperti es buah tinggi sirup yang dapat memicu lonjakan gula darah.

Waktu Terbaik untuk Berolahraga Saat Puasa

Olahraga selama Ramadhan tidak dilarang, namun pemilihan waktu sangat menentukan keamanan dan performa tubuh. dr. Tirta membagi beberapa opsi waktu latihan:

1. Menjelang Berbuka (Ngabuburit)

Cocok untuk melatih stamina dan endurance, tetapi risiko pingsan meningkat jika tubuh dipaksa berlebihan karena gula darah cenderung rendah.

2. Setelah Berbuka Ringan

Setelah konsumsi kurma dan air, tubuh memiliki energi awal untuk melakukan olahraga intensitas ringan hingga sedang sebelum salat Isya.

3. Setelah Tarawih

Waktu ini memberi ruang pernapasan setelah makan, namun dapat mengurangi durasi tidur karena harus bangun lebih awal untuk sahur.

4. Sebelum atau Setelah Sahur

Pilihan paling stabil bagi mereka yang memiliki rutinitas pagi yang disiplin. Tubuh masih terhidrasi dan memiliki sedikit energi dari makanan sahur.

dr. Tirta mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan jadwal latihan ekstrem. “Olahraga itu boleh, tapi tubuh tetap punya batas,” ujarnya.

Strategi Latihan Beban Selama Ramadan

Bagi penggemar gym, Ramadhan bukan waktu ideal untuk bulking. Penambahan massa otot membutuhkan surplus kalori besar, sedangkan waktu makan hanya tersedia sekitar 8 jam. Menjejalkan makanan berlebih berisiko mengganggu lambung dan memicu GERD.

dr. Tirta menyebut bulan Ramadan lebih tepat digunakan sebagai fase maintenance atau cutting untuk menurunkan lemak tubuh secara lebih aman.

Mengatasi Bau Mulut dan Masalah Pencernaan

Bau mulut saat puasa merupakan keluhan umum. Kondisi ini dipicu oleh berkurangnya aktivitas mengunyah sehingga produksi saliva menurun dan bakteri berkembang lebih cepat.

Solusi praktis yang ia sarankan:

  • Menjaga kebersihan mulut.
  • Berkumur saat wudu tanpa menelan air.
  • Memastikan hidrasi cukup saat berbuka dan sahur.

Terkait pencernaan, dr. Tirta tidak menyarankan tidur langsung setelah sahur. Tidur dalam kondisi lambung aktif dapat mengganggu ritme sirkadian dan meningkatkan risiko refluks asam. Sebagai alternatif, ia menyarankan aktivitas ringan seperti membaca Al-Qur'an hingga tubuh siap memulai kegiatan pagi.


Berita Terkait


News Update