POSKOTA.CO.ID - Dalam sebuah video di kanal YouTube @Tirta Pengpengpeng berjudul "MENYAMBUT BULAN SUCI DENGAN "MITOS DAN FAKTA KESEHATAN SPESIAL RAMADAN!" yang tayang 11 bulan yang lalu.
Tirta membahas mitos, fakta, serta strategi menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah dan kesehatan fisik.
Ramadhan kerap menjadi momen refleksi spiritual sekaligus ujian bagi tubuh. Perubahan pola makan, jam tidur, serta aktivitas fisik memerlukan adaptasi yang tepat agar puasa tidak mengganggu kesehatan.
Dalam pemaparannya, dr. Tirta menegaskan bahwa kunci utama adalah memahami prioritas dan mengenali kemampuan tubuh masing-masing.
“Fokus utama di bulan Ramadan itu amalan dulu, baru otot. Jangan sampai olahraga mengganggu ibadah,” ujarnya.
Baca Juga: Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadhan, Ini Bacaan, Tata Cara, dan Waktu yang Tepat
Ibadah sebagai Prioritas Utama
Menurut dr. Tirta, banyak orang lupa bahwa tujuan utama Ramadhan adalah meningkatkan amalan. Aktivitas olahraga dan pola makan sehat tetap penting, namun tidak boleh mengorbankan kualitas ibadah.
Ia menyarankan penerapan deload, yaitu penurunan intensitas latihan sementara. Ini berlaku terutama bagi individu yang terbiasa melakukan olahraga berat atau diet ketat. Jika latihan menyebabkan mudah lelah saat tarawih atau mengganggu jam tidur, maka intensitas harus disesuaikan.
Kurma sebagai Sumber Energi Ideal
Kurma menjadi salah satu pangan yang paling dianjurkan dr. Tirta, baik untuk berbuka maupun sahur. Dengan hanya tiga butir kurma, tubuh mendapat sekitar 170–210 kalori, lengkap dengan serat, kalium, dan magnesium.
Dalam videonya ia menegaskan “Kurma itu superfood Ramadan. Energinya padat, cepat diserap, dan menyehatkan.”
Tips konsumsi kurma:
- Pilih kurma asli tanpa sirup tambahan.
- Gunakan kurma sebagai pembatal puasa, bukan makanan penutup berkalori tinggi.
- Kombinasikan dengan air mineral untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
