Keputusan Sidang Isbat 2026 Jam Berapa? Jadwal dan Prediksi 1 Ramadhan 1447 H

Selasa 17 Feb 2026, 13:20 WIB
Sidang Isbat penentuan Awal Ramadhan oleh Kementerian Agama RI. (Sumber: YouTube Kemenag RI)

Sidang Isbat penentuan Awal Ramadhan oleh Kementerian Agama RI. (Sumber: YouTube Kemenag RI)

POSKOTA.CO.ID - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, perhatian umat Islam di Indonesia kembali tertuju pada jadwal sidang isbat pemerintah.

Banyak masyarakat ingin mengetahui kapan keputusan resmi awal puasa diumumkan, sekaligus memastikan apakah 1 Ramadhan 2026 jatuh pada 18 atau 19 Februari.

Penetapan awal Ramadhan selalu menjadi momen penting karena menjadi acuan bersama dalam memulai ibadah puasa. Tahun ini, perbedaan prediksi berdasarkan metode perhitungan astronomi dan rukyatul hilal membuat publik semakin menanti hasil sidang yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sidang isbat tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga proses ilmiah yang melibatkan ulama dan para ahli. Karena itu, pengumuman resmi pemerintah dinilai penting untuk menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah, sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menyambut Ramadhan.

Baca Juga: Ada Gerhana Matahari Cincin Hari Ini 17 Februari 2026, Apakah Pertanda Hilal 1 Ramadhan 1447 H?

Jadwal Sidang Isbat Ramadhan 2026

Sidang isbat penetapan awal Ramadhan 1447 H dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan ini digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai sore hari.

Biasanya, hasil sidang diumumkan kepada publik sekitar pukul 19.00 WIB melalui konferensi pers. Sidang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dihadiri berbagai pihak, mulai dari perwakilan ormas Islam, ulama, hingga lembaga negara.

Tahapan Penentuan Awal Ramadhan

Proses sidang isbat tidak berlangsung singkat. Pemerintah menggabungkan pendekatan ilmiah dan observasi lapangan agar keputusan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan.

Tahapan yang dilalui meliputi:

  1. Pemaparan data hisab atau perhitungan astronomi posisi hilal
  2. Penerimaan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah
  3. Sidang tertutup untuk pengambilan keputusan
  4. Pengumuman resmi kepada masyarakat

Menurut Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, integrasi hisab dan rukyat dilakukan untuk memastikan penetapan awal Ramadhan berlangsung transparan dan ilmiah.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh, Boleh Dibaca Mulai Kapan?

Pemantauan Hilal di Puluhan Titik Indonesia


Berita Terkait


News Update