POSKOTA.CO.ID - Berpuasa merupakan ibadah penting bagi umat Muslim yang dilaksanakan dengan menahan diri dari makanan, minuman, serta berbagai perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Ibadah ini dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Kewajiban puasa berlaku bagi setiap muslim yang telah baligh, namun tidak ada larangan bagi orang tua untuk mulai memperkenalkan dan melatih anak berpuasa sejak usia dini.
Kebiasaan baik yang diperkenalkan lebih awal akan lebih mudah diserap dan menjadi bagian dari karakter anak.
Oleh sebab itu, mengajarkan puasa sejak kecil merupakan langkah yang positif, selama dilakukan tanpa paksaan dan dengan memperhatikan kondisi kesehatan anak.
Mengapa Anak Perlu Diperkenalkan pada Puasa?
Memperkenalkan puasa kepada anak bertujuan agar mereka memahami makna ibadah, melatih kedisiplinan, serta mengembangkan empati terhadap sesama.
Anak-anak butuh proses bertahap untuk memahami makna spiritual. Orang tua berperan memberikan teladan dan suasana yang nyaman agar anak tidak merasa terbebani.”
Melansir dari situs altaglobalschool.com, pendekatan yang tepat tidak hanya membantu anak menahan lapar dan haus, tetapi juga mendidik mereka memahami nilai moral dan pengendalian diri.
Langkah-Langkah Mengajarkan Puasa pada Anak Usia Dini
1. Awali dengan Puasa Jajan
Metode paling ringan adalah dengan meminta anak menahan diri dari jajanan favoritnya selama bulan puasa. Cara ini membantu anak mengenal konsep menahan keinginan. Orang tua perlu mengatakannya dengan lembut, misalnya, “Hari ini kita coba tidak jajan dulu, ya. Kamu pasti bisa!”
2. Latihan Puasa Setengah Hari
Tidak semua anak mampu menjalankan puasa penuh. Karena itu, latihan puasa setengah hari bisa menjadi tahap awal yang efektif.
Anak cukup berpuasa hingga waktu Dzuhur, kemudian orang tua mengapresiasi usaha mereka. Setelah beberapa kali latihan, durasi dapat diperpanjang hingga menuju puasa penuh.
