Apa Itu Punggahan? Tradisi Muslim Indonesia Menyambut Bulan Suci Ramadhan 2026, Ini Tujuan dan Maknanya

Senin 16 Feb 2026, 16:32 WIB
Penjelasan tentang tradisi punggahan yang dilakukan sebelum Ramadhan, mulai dari tujuan spiritual, silaturahmi, hingga ragam pelaksanaannya di Indonesia. (Sumber: X/@pemko_medan)

Penjelasan tentang tradisi punggahan yang dilakukan sebelum Ramadhan, mulai dari tujuan spiritual, silaturahmi, hingga ragam pelaksanaannya di Indonesia. (Sumber: X/@pemko_medan)

POSKOTA.CO.ID - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026 tidak hanya identik dengan persiapan sahur dan berbuka puasa. Di berbagai wilayah Indonesia, umat Muslim memiliki tradisi budaya yang sarat makna sebagai bentuk kesiapan lahir dan batin. Salah satu tradisi yang masih terus dijaga hingga kini adalah punggahan.

Tradisi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyambut Ramadhan dengan rasa syukur, kebersamaan, serta refleksi spiritual.

Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, punggahan kembali menjadi perhatian karena nilai-nilai religius dan sosial yang dikandungnya tetap relevan di tengah kehidupan modern.

Punggahan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi simbol peningkatan kualitas diri sebelum memasuki bulan penuh berkah. Melalui tradisi ini, masyarakat diajak memperkuat hubungan dengan Tuhan sekaligus mempererat tali persaudaraan.

Baca Juga: Apa Itu Tarhib Ramadhan? Ketahui Pengertian, Tujuan, dan Contoh Amalan Menyambut Bulan Suci

Apa Itu Tradisi Punggahan?

Punggahan yang di beberapa daerah dikenal sebagai munggahan merupakan tradisi umat Islam di Indonesia yang dilakukan menjelang Ramadhan. Istilah ini berasal dari bahasa Jawa munggah yang berarti 'naik', yang dimaknai sebagai ajakan untuk meningkatkan iman dan membersihkan hati sebelum menjalani ibadah puasa.

Pelaksanaannya umumnya berlangsung beberapa hari hingga sepekan sebelum Ramadhan, tergantung kebiasaan setempat. Secara esensial, punggahan menjadi sarana persiapan spiritual sekaligus sosial agar umat Muslim memasuki bulan puasa dengan hati yang lebih bersih dan niat yang kuat.

Tujuan Spiritual dan Sosial Punggahan

Punggahan memiliki sejumlah nilai penting yang membuatnya terus dilestarikan. Tradisi ini berfungsi sebagai pengingat bahwa Ramadhan adalah momentum peningkatan ibadah. Umat didorong memperbaiki diri, memperkuat niat, serta menyiapkan batin untuk memaksimalkan amalan.

Selain itu, punggahan menjadi bentuk rasa syukur atas kesempatan kembali dipertemukan dengan bulan suci. Dalam pandangan umat Muslim, bertemu Ramadhan adalah nikmat besar yang patut dirayakan dengan doa dan kebersamaan.

Nilai sosialnya juga sangat kuat. Tradisi ini menghadirkan ruang silaturahmi melalui makan bersama, doa bersama, serta percakapan hangat antar keluarga dan masyarakat.

Momen tersebut sering dimanfaatkan untuk saling memaafkan, bahkan disertai tahlil dan ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Semua ini menciptakan suasana kebersamaan yang memperkuat solidaritas sosial.


Berita Terkait


News Update