Perbedaan Mandi Wajib dan Sunnah Jelang Ramadhan 2026, Lengkap dengan Doa

Senin 16 Feb 2026, 07:07 WIB
Ilustrasi. Mandi wajib dan sunnah jelang Ramadhan 2026. (Sumber: Pixabay/congerdesign)

Ilustrasi. Mandi wajib dan sunnah jelang Ramadhan 2026. (Sumber: Pixabay/congerdesign)

POSKOTA.CO.ID - Datangnya bulan suci Ramadhan selalu disambut dengan berbagai persiapan.

Selain memperkuat mental dan spiritual, umat Islam juga menaruh perhatian pada kebersihan serta kesucian diri sebelum menjalankan ibadah puasa.

Salah satu tradisi yang banyak dilakukan adalah mandi menjelang hari pertama Ramadhan.

Sebagian orang memaknainya sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan penuh rahmat, sekaligus ikhtiar agar bisa beribadah seperti salat dan membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci.

Baca Juga: Tradisi Nyekar Bawa Berkah, Penjual Bunga Tabur di Karet Bivak Kebanjiran Pembeli Jelang Ramadhan

Mandi Wajib Bukan Penentu Sah Puasa

Ilustrasi. Mandi wajib bukan penentu sah puasa (Sumber: Pinterest)

Istilah mandi sebelum Ramadhan sering menimbulkan salah paham. Pada praktiknya, ada dua jenis mandi yang berbeda: mandi sunnah sebagai bentuk penyambutan bulan suci dan mandi wajib bagi mereka yang memang berada dalam kondisi hadas besar atau junub.

Secara fikih, mandi wajib bukan syarat sah puasa. Seseorang tetap boleh berpuasa meski saat malam hari belum mandi junub, selama niat telah dilakukan sebelum terbit fajar. Meski begitu, para ulama menganjurkan agar segera bersuci sebelum Subuh agar bisa menunaikan salat dalam keadaan bersih.

Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub, lalu beliau mandi dan puasanya tetap sah. Keterangan ini memperjelas bahwa kondisi tersebut tidak otomatis membatalkan puasa.

Adapun mandi sunnah lebih dimaknai sebagai simbol kesiapan lahir dan batin menyambut Ramadhan.

Baca Juga: Link Pendaftaran Program Mudik Gratis DKI Jakarta 2026: Ini Jadwal, Syarat, dan Kota Tujuan Lengkap

Kondisi yang Mengharuskan Mandi Besar

Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hadas besar. Keadaan yang mewajibkannya antara lain:

  1. Keluarnya air mani, baik karena mimpi maupun sebab lain.
  2. Hubungan suami istri.
  3. Berakhirnya haid.
  4. Selesainya masa nifas.
  5. Masuk Islam menurut sebagian pendapat ulama.

Berita Terkait


News Update