Pemprov DKI akan Ubah Gapura dan Kawasan Ikonik Jakarta Menjadi Bernuansa Betawi

Minggu 15 Feb 2026, 21:06 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo alias Foke di Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 15 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), Fauzi Bowo alias Foke di Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 15 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana merombak tampilan gapura batas kota hingga kecamatan dengan nuansa Betawi.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan program tersebut akan segera dimulai pada tahun 2026.

"Segera dimulai. Karena kemarin kan anggarannya baru anggaran tahun ini, tahun 2026," ujar Pramono di Senen, Jakarta Pusat, Minggu, 15 Februari 2026.

Pramono mengatakan, ornamen Betawi itu nantinya akan terlihat di sejumlah lokasi penting Jakarta, mulai dari papan reklame hingga kawasan utama ibu kota seperti Blok M, Pasar Baru, dan kawasan Glodok.

Baca Juga: Pramono Usulkan Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng dan Haul Tokoh Betawi di Monas

"Jadi nanti bahkan beberapa billboard iklan, batas-batas kecamatan, kemudian juga tempat-tempat utama misalnya di Blok M, kemudian di Pasar Baru, Pecinan Glodok dan sebagainya, nanti ornamen Betawinya akan tampak," ucap Pramono. 

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Musyawarah Kaum Betawi (MKB) sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke menilai, kebijakan itu sebagai peluang besar bagi masyarakat Betawi untuk berperan aktif memperkenalkan budayanya.

"Ini adalah peluang emas yang diberikan oleh gubernur kepada Kaum Betawi. Jadi kalau Kaum Betawi tidak bisa memanfaatkan ini, yang salah bukan die (dia). Yang salah bukan Pemerintah Provinsi, yang salah adalah orang Betawi," kata Foke. 

Atas dasar itu, Foke berharap masyarakat Betawi dapat bersatu dan menyiapkan strategi agar dapat merespons program tersebut secara maksimal, sehingga hasil penataan benar-benar merepresentasikan identitas budaya Jakarta.

"Oleh karena itu saya menghimbau tadi, sebelum kita melangkah lebih lanjut: Pertama, bersatu dan bersatu. Habis itu baru kita susun strategi ke depan merespon apa yang diharapkan gubernur. InsyaAllah qobul," ungkap Foke. (cr-4)


Berita Terkait


News Update