JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Para pedagang daging sapi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggelar aksi mogok berjualan.
Aksi tersebut dilakukan selama tiga hari, terhitung mulai Kamis, 22 Januari hingga Sabtu, 24 Januari 2026.
Adapun untuk penyebab aksi para pedagang daging ini merupakan bentuk protes atas tingginya harga daging sapi hingga mencapai Rp150 ribu per kilogram.
Baca Juga: Jalan Daan Mogot hingga Flyover Pesing Tergenang Air, Arus Lalu Lintas Tersendat
Tingginya harga daging sapi ini dinilai memberatkan pedagang pasar tradisional, sekaligus menurunkan daya beli masyarakat menengah ke bawah.
Merespon hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku telah membaca pemberitaan dan melakukan pengecekan langsung di lapangan.
Ia membenarkan adanya keinginan sebagian pedagang untuk tidak berjualan.
Baca Juga: Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Sapi yang Mainkan Harga
"Saya (sudah) membaca berita itu dan saya sudah mengecek di lapangan memang ada keinginan (mereka mogok berjualan)," ujar Pramono di Jakarta Barat, Kamis, 22 Januari 2026.
Namun, Pramono meyakini bahwa aktivitas perdagangan daging sapi di wilayah Jakarta tidak akan sepenuhnya berhenti.
Menurutnya, aktivitas berjualan di Jakarta merupakan bagian dari mata pencaharian masyarakat yang telah berlangsung lama dan sulit untuk dihentikan secara total oleh asosiasi mana pun.
