JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) menjelaskan strategi dalam menghadapi lonjakan kebutuhan pangan selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo menyampaikan, komoditas beras, telur, minyak goreng, tepung terigu, dan sebagainya lebih banyak.
"Kalau beras kenaikannya tidak terlalu banyak, kurang lebih sekitar delapan persen, sedangkan telur ayam sekitar 7-17 persen, jadi memang konsumsinya naik," kata Dodot saat Balkoters Talk di Balai Kota Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
Dodot menyebutkan, pihaknya telah memperluas kerja sama lintas daerah dengan dua pola, yakni standby buyer atau membeli gabah dari daerah penghasil dan on farming atau membiayai petani untuk menanam padi.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga Rawit Merah di Pasar Tradisional Jakarta Tembus Rp110 ribu Per Kilo
"Dalam memenuhi stok beras itu kami bekerja sama dengan daerah-daerah, mulai dari Lampung, kemudian di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan terakhir kami di Bali," ujarnya.
Saat ini, stok kebutuhan beras mencapai 80.000 ton dengan prognosa kebutuhan rumah tangga periode Februari-Maret sebesar 151.023 ton.
Kemudian, stok beras mencapai 18.000 ton dengan kebutuhan beras di Jakarta berkisar 2.500 ton per hari, sehingga kebutuhannya 70.000-75.000 ton per bulan.
"Ini angkanya cukup karena kami juga mengelola PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang) yang rata-rata stok per hari itu 40.000 ton, dibagi dengan 2.500 maka untuk 20 hari ke depan itu aman," ucapnya.
Baca Juga: Rusak Terdorong Akar Pohon, Turap di Pasar Cipulir Jaksel Diperbaiki
Menurutnya, stok gula pasir yang tersedia mencapai 192 ton dan perseroan berencana melakukan pengadaan 1.447 ton dengan melibatkan PT PN dan ID Food.
