DPRD Jakarta Apresiasi Upaya Transjakarta Dorong Masyarakat Beralih dari Transportasi Pribadi ke Umum

Rabu 11 Feb 2026, 23:56 WIB
Ilustrasi penumpang armada Transjakarta. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi penumpang armada Transjakarta. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - DPRD Jakarta mengapresiasi upaya Transjakarta mendorong penggunaan transportasi pribadi ke publik.

Hal itu disampaikan Nova dalam kegiatan Diseminasi Kajian Dampak Ekonomi Transjakarta di Aula MPKP FEB UI Salemba, Jakarta Pusat.

"Belum lama ini ada rute (Transjakarta baru) dari Blok-M ke Bandara Soekarno-Hatta. Kami meyakini pasti ada dampaknya," kata Ketua Komisi B DPRD Jakarta, Nova Harian Paloh dalam di Aula MPKP FEB Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Februari 2026.

Meski begitu, Nova menyampaikan, ada beberapa ruang yang masih bisa diperkuat supaya masyarakat semakin banyak memanfaatkan transportasi umum.

Baca Juga: Transjakarta Operasikan 470 Unit Bus Listrik, Target 10 Ribu Armada di 2029

"Tentunya ada rute-rute baru lagi yang nantinya lebih efektif lagi ke depannya, (termasuk) untuk diversifikasi rutenya," ucapnya.

Kenyamanan dan keamanan transportasi publik juga harus diperhatikan, terutama pada jam sibuk. Ia menyebutkan, jumlah penumpang padat pada waktu-waktu tertentu, sehingga ketidaknyamanan timbul.

Oleh sebab itu, ia menyarankan waktu tunggu (headway) antar armada Transjakarta harus menjadi perhatian bersama.

"Transjakarta kan tidak hanya BRT, tetapi ada juga yang non-BRT. Nah ini yang mesti kita antisipasi (terkait keterlambatan dan penumpukan penumpang)," tuturnya.

Baca Juga: Transjakarta Berbenah Pelayanan, Pramudi Diberikan Pembekalan Lewat Pendidikan

Legislator Nasdem itu menyampaikan, masih banyak warga yang mengeluhkan fasilitas transportasi publik gratis dari Pemprov Jakarta untuk 15 golongan itu, seperti reaktivasi kartu ke cabang Bank Jakarta terdekat.

"Harus dibuat lagi bagaimana inovasi dari Transjakarta khususnya tidak usah ke sana deh (re-aktivasi ke kantor Bank Jakarta terdekat), bisa dari rumah saja," tuturnya.

Penambahan Rute Baru

Asisten Perekononian dan Keuangan Sekda Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, pembukaan rute baru Transjakarta menguatkan masyarakat beralih ke transportasi publik.

"Memang data bicara sekarang ini terjadi peningkatan dari tahun 2018, 2019, 2020, yang dulunya hanya 19,5 persen, per tahun 2025 kemarin Desember pada angka kurang lebih 23,98 persen," ujar dia.

Penambahan ini turut dibarengi pelengkapan fasilitas transportasi publik Transjakarta.

"Meskipun saya sampaikan, banyak nanti masyarakat yang menggunakan transportasi umum tentu ada kaitannya dengan besaran subsidi yang harus kami sesuaikan," tuturnya.

Baca Juga: Transjakarta Layani 413 Juta Pelanggan Sepanjang 2025, Naik Signifikan dari Tahun Sebelumnya

Projeck Leader KAJ, M. Halley Yudhistira menyampaikan, Transjakarta menjadi investasi moda transportasi umum yang sangat relevan bagi masyarakat.

"Maka di studi ini kita menggaris bawahi apakah 20 tahun terakhir adanya Transjakarta, matters atau tidak untuk masyarakat," kata Yudhis.

Menurut Yudhis, Transjakarta merupakan moda transportasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Hal itu ia sampaikan melihat perkembangan Transjakarta yang setiap tahunnya disebut terus mengalami perkembangan yang sangat positif.

Baca Juga: Jumlah Penumpang Transjakarta, MRT, dan LRT Tembus 461 Juta Sepanjang 2025, Naik 16,65 Persen

"Setelah 20 tahun adanya Transjakarta, kita melihat bahwa Transjakarta menjadi salah satu sistem transportasi, BRT pertama dan mungkin dengan jaringan terbesar di kawasan Asia Tenggara dam Asia Selatan, dan bahkan salah satu yang terluas, termasif networnya untuk negara-negara berkembang," tutur dia.

Ekspansi layanan yang terus berkembang itu, lanjut Yudhis, menjadikan Transjakarta menjadi moda transportasi paling relevan bagi masyarakat Jakarta atau wilayah penyanggah.

"Kita melihat ada daerah ya, terutama daerah-daeah yang dulunya tidak terkoneksi menjadi well connected setidaknya dalam 10 tahun terakhi," tutur dia.


Berita Terkait


News Update