JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Transjakarta telah mengoperasikan 470 unit bus listrik tipe high deck dan low deck dan menjadikannya sebagai pelopor transportasi publik ramah lingkungan di Indonesia.
Pengoperasian armada bus listrik tersebut juga merupakan upaya dalam mendukung target emisi nol bersih di wilayah Jakarta.
Direktur Utama (Dirut) Transjakarta, Welfizon Yuza mengatakan, Transjakarta juga terus memperkuat pendapatan non-subsidi di luar pengelolaan subsidi.
Sejumlah inovasi dilakukan, mulai dari program Naming Rights, layanan bus wisata Open Top Tour, hingga pengembangan TJ Radio dan TJ Store.
Baca Juga: Fakta Baru Ledakan Bom SMAN 72 Jakarta, Pelaku ABH Akui Sakit Hati karena Dikucilkan di Sekolah
Sepanjang 2025, pendapatan non-subsidi Transjakarta mencapai Rp281 miliar, atau meningkat empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Angka ini meningkat jika misalnya dibandingkan pada tahun 2022 dengan pendapatan non-subsidi yakni Rp213 miliar.
Kinerja unggul tersebut turut mendapat pengakuan luas, ditandai dengan skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 90,64 dengan predikat Sangat Baik, serta raihan 40 penghargaan sepanjang 2025, termasuk apresiasi internasional dari Bloomberg Philanthropies.
“Pencapaian ini merupakan manifestasi dari visi kami, Menghubungkan Kehidupan, Menemani Perjalanan. Transjakarta akan terus berinovasi agar tidak hanya menjadi moda transportasi yang diandalkan, tetapi juga dibanggakan oleh seluruh warga,” ujar Welfizon.
Baca Juga: Transjakarta Berbenah Pelayanan, Pramudi Diberikan Pembekalan Lewat Pendidikan
Pramono Anung Sebut Target 10 Ribu Bus Listrik pada 2029
Gubernur DKI Pramono Anung menyebut, Pemprov Jakarta menargetkan sebanyak 10 ribu armada bus listrik sebagai transportasi yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi.
