"Saya berjanji, bahwa saya dalam melakukan atau tidak melakukan sesuatu, dalam jabatan ini tidak akan menerima langsung atau tidak langsung, dari siapapun juga sesuatu janji atau pemberian dalam bentuk apapun," sambungnya.
"Saya berjanji, bahwa saya akan melaksanakan tugas dan kewajiban mengikuti Gubernur Bank Indonesia dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Saya berjanji, bahwa saya akan setia terhadap negara konstitusi dan haluan negara. Kiranya Tuhan menolong saya," tutup Thomas.
Baca Juga: Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Apa Saja Tanggung Jawabnya?
Karir Thomas Djiwandono
Kariernya bermula saat dia menjadi wartawan pada 1993, lalu dia menekuni profesi sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong pada 2006.
Selanjutnya dia pindah ke perusahaan milik pamannya Hashim Djojohadikusumo di Arsari Group dan menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group yang bergerak di agribisnis.
Sementara pada dunia politik, Tommy bergabung di Partai Gerindra. Tommy tercatat pernah menjadi Caleg di Provinsi Kalimantan Barat, dan pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.
Ia pun dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 di era Presiden Joko Widodo dan tugasnya dilanjutkan di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
