Siapa Juda Agung? Ini Profil Lengkap Pengisi Kursi yang Ditinggalkan Thomas Djiwandono di Kemenkeu

Kamis 05 Feb 2026, 19:31 WIB
Juda Agung saat dilantik jadi Wamenkeu, Kamis, 5 Februari 2026. (Sumber: Youtube/@sekretariat presiden)

Juda Agung saat dilantik jadi Wamenkeu, Kamis, 5 Februari 2026. (Sumber: Youtube/@sekretariat presiden)

POSKOTA.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik bankir senior Bank Indonesia (BI), Juda Agung, sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam upacara di Istana Negara, Kamis, 5 Februari 2026.

Pelantikan tersebut menempatkan Juda Agung menggantikan Thomas Djiwandono, yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, mengungkapkan bahwa penugasan dirinya sebagai Wamenkeu sebenarnya sudah diberikan sejak lama.

Hal inilah yang menjadi alasan ia mengundurkan diri dari jabatannya di Bank Indonesia (BI).

"Ketika saya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, saya mendapat penugasan untuk menjadi Wakil Menteri Keuangan. Karena itu, saya harus mundur dari posisi tersebut," ujar Juda di Istana Negara pada Kamis, 5 Februari 2026.

Penunjukan ini juga sebelumnya telah dibenarkan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang mengungkapkan bahwa nama Juda merupakan salah satu kandidat terkuat dari sejumlah tokoh yang dipertimbangkan pemerintah.

“Kelihatannya (Juda Agung). Kan saya sudah ketemu dengan beliau, dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya,” ujar Purbaya usai menghadiri Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Dengan rekam jejak panjang di sektor moneter dan kebijakan ekonomi, pelantikan Juda Agung dinilai memperkuat arah kebijakan fiskal pada era pemerintahan Prabowo–Gibran.

Baca Juga: Resmi! Presiden Prabowo Tetapkan Adies Kadir sebagai Hakim MK, Juda Agung sebagai Wamenkeu

Profil Juda Agung: Karier Panjang di Dunia Moneter

Juda Agung adalah figur yang tak asing dalam lingkup kebijakan ekonomi nasional. Lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 16 Agustus 1964, Juda kini berusia 61 tahun dan dikenal sebagai salah satu teknokrat dengan pengalaman mendalam di bidang moneter, makroprudensial, dan stabilitas sistem keuangan.

Ia menamatkan SMA di Surakarta sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Pertanian Bogor (IPB), mengambil jurusan Teknik Industri Pertanian dan lulus pada 1987.


Berita Terkait


News Update