"Untuk siapapun plis hati-hati jangan pernah klik link sembarangan sekalipun itu dikirim dari nomor yang keliatannya resmi," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pernah menjadi korban klik link dari nomor resmi namun dirinya merasa janggal karena harus klik link hingga tiga kali.
Selanjutnya ia mencari informasi ternyata memang benar adanya kasus penipuan atau phising dengan cara seperti ini.
"Ujung-ujungnya kalo kita sampai klik link itu, kita bakal diarahkan ke pinjol atau duit kita bisa raib," tambahnya.
Selain itu, dia juga melihat ada beberapa korban yang handphonenya terkena virus dan rekeningnya habis begitu saja.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya bahwa video tersebut adalah kelanjutan resmi. Bisa jadi, konten dibuat pihak berbeda yang ingin ikut memanfaatkan momentum tren.
Selain itu, publik juga diminta mengenali siklus berulang: cuplikan misterius, rasa penasaran meningkat, lalu muncul klaim link penuh yang sering kali berujung penipuan atau malware.
Menghentikan penyebaran dari sumber yang tidak jelas dianggap menjadi langkah paling efektif untuk memutus rantai eksploitasi.
