“Dua warga ini sesepuh di sini. Sebelumnya Ibu Anita adalah RT. Karena sudah berumur, beliau minta digantikan. Warga enggak ada yang mau, akhirnya minta saya,” ucap Cosmas.
Ia menuturkan, selama ini korban dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Setiap ada keperluan administrasi lingkungan, komunikasi dilakukan tanpa membuka pintu rumah.
“Kalau saya minta iuran, saya enggak pernah masuk. Selalu tertutup. Kasih uangnya lewat sela-sela pintu,” ucapnya.
Baca Juga: Cegah Aksi Pencurian, Penopang Jalan Tol Wiyoto Wiyono Diganti Pakai Bahan Panel Fiber
Terkait banyaknya rangkaian bunga dan perlengkapan dekorasi yang ditemukan di lokasi, Cosmas mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas usaha korban. Ia hanya menduga rumah tersebut kemungkinan dijadikan gudang sementara perlengkapan dekorasi acara pernikahan.
“Kayaknya gudang sementara. Tapi saya enggak tahu pasti. Saya juga enggak pernah lihat ada mobil boks parkir di sini,” kata Cosmas. (cr-4)
