Menghadapi kondisi tanpa insentif, Alva memilih fokus pada strategi internal ketimbang mengandalkan stimulus eksternal.
Sejak awal, perusahaan menerapkan pendekatan bertahap dengan memulai dari segmen premium.
“Kita memulai perjalanan dengan motor premium di atas Rp30 juta. Tujuannya untuk menunjukkan capability motor listrik itu seperti apa,” jelas Purbaja.
Baca Juga: Siswa SMPN 1 Pandeglang Keluhkan Menu MBG Didominasi Makanan Kering, Ini Penjelasan SPPG
Strategi ini diwujudkan melalui peluncuran Alva One pada 2022, kemudian Alva Cervo pada 2023 yang diklaim memiliki performa setara motor konvensional, termasuk kecepatan di atas 100 km/jam.
Setelah membangun persepsi performa, Alva mulai memperluas pasar dengan menghadirkan produk di segmen menengah pada 2024 dengan harga di kisaran Rp20 jutaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa motor listrik itu sepadan dari segi harga dan bisa dipakai sebagai transportasi utama, bukan sekadar kendaraan jarak dekat,” ujarnya.
Selain produk, perusahaan juga memperkuat ekosistem pengisian daya dengan membangun jaringan charging station untuk meningkatkan rasa aman pengguna terkait jarak tempuh.
Dengan kombinasi pengembangan produk dan infrastruktur, Alva menilai pasar motor listrik nasional tetap memiliki prospek positif meski tanpa dukungan insentif pemerintah.
“Motor kami sekarang jarak tempuhnya bisa sampai 140 kilometer. Ditambah kemampuan fast charging, 30 menit bisa 50 persen. Itu penting supaya konsumen merasa aman saat berkendara,” pungkasnya.
