Unggahannya mengundang ribuan komentar dari warganet, yang sebagian besar mendesak pemerintah agar bertindak lebih cepat dan tepat sasaran dalam menangani kemiskinan ekstrem di wilayah 3T.
Yang disebut wilayah 3T adalah, wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar di Indonesia yang ditetapkan pemerintah (berdasarkan Perpres No. 63 Tahun 2020) sebagai area dengan kualitas pembangunan, sarana, dan prasarana (pendidikan, kesehatan, infrastruktur) rendah dibandingkan wilayah lain.
Konteks Kemiskinan di Daerah 3T
Kabupaten Ngada dan beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai daerah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem, akses pendidikan yang terbatas, serta infrastruktur sosial yang belum memadai.
Berbagai laporan pemerintah dan lembaga riset menunjukkan bahwa anak-anak di wilayah ini kerap menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan, peralatan sekolah, dan dukungan ekonomi keluarga.
Kasus yang terjadi di Jerebuu dianggap sebagai alarm keras bahwa persoalan tersebut membutuhkan penanganan serius dan segera.
Suara Deddy Mizwar bukan hanya sekadar ekspresi duka, tetapi juga seruan moral kepada pemerintah agar memperkuat program penanggulangan kemiskinan, terutama pada keluarga dengan anak usia sekolah. Ia menegaskan bahwa tragedi tersebut tidak boleh berlalu tanpa evaluasi kebijakan.
