POSKOTA.CO.ID - Aktor senior sekaligus budayawan, Deddy Mizwar, menyuarakan keprihatinan mendalam atas tragedi bunuh diri yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Peristiwa memilukan itu disebut-sebut berkaitan dengan tekanan kemiskinan ekstrem yang membelit keluarga korban. Kabar tersebut menggugah empati banyak pihak, termasuk Deddy Mizwar.
Melalui akun Instagram pribadinya, @deddy_mizwar. Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut membagikan sebuah syair puitis yang ia namai sebagai “surat”.
Bukan sekadar ungkapan belasungkawa, tulisan itu juga menjadi kritik sosial yang tajam terhadap pemerintah dan para pengambil kebijakan.
Baca Juga: Link Video Viral Cukur Kumis Bikin Heboh, Benarkah Ada Versi Full hingga Puluhan Menit? Ini Faktanya
Tragedi di Jerebuu dan Gugatan untuk Negara

Dalam syairnya, Deddy menggambarkan seorang anak kelas 4 SD yang “menggantungkan mimpi” di dahan pohon cengkeh. Anak itu, menurutnya, hanya menginginkan hal sederhana: buku dan pena.
Di Jerebuu yang sunyi, seorang anak kelas 4 SD menggantung mimpinya di dahan cengkeh yang terlalu tua untuk menampung duka sekecil itu. YBR. Yang hanya ingin buku dan pena. Dua benda sederhana yang tak pernah dianggap penting oleh para pemilik panggung retorika," kata Deddy, membawakan syair tersebut, dikutip Minggu, 8 Februari 2026.
Ia juga menuturkan perjuangan seorang ibu yang berupaya menyelamatkan harapan buah hatinya.
"Ibunya menabung dengan air mata. Mengikat harapan dengan kain lusuh. Namun kemiskinan selalu lebih cepat daripada langkah seorang ibu. Dan sebelum pagi benar-benar lahir. Ia telah menulis surat terakhir. Bukan untuk dunia, tapi untuk perempuan yang ia panggil Mama," ucapnya.
Baca Juga: Kasus Bunuh Diri Siswa SD di NTT, Wujud Negara Abai Atas Pemenuhan Hak Dasar Anak
Syair tersebut lalu menjelma menjadi gugatan moral.
