Deddy Mizwar Bereaksi atas Bunuh Diri Siswa SD Ngada, Syairnya Tampar Nurani Pemerintah

Minggu 08 Feb 2026, 15:31 WIB
Deddy Mizwar kritik Pemerintah menggunakan syair puitis yang ia beri nama surat (Sumber: Instagram/@deddy_mizwar)

Deddy Mizwar kritik Pemerintah menggunakan syair puitis yang ia beri nama surat (Sumber: Instagram/@deddy_mizwar)

"Dengan kata-kata yang jauh lebih tajam daripada pidato mana pun yang pernah dilontarkan oleh para pemimpin dan para penjilat yang bersorak di panggung politik yang penuh dusta! Betapa bising nya negeri ini, ketika mulut-mulut penuh janji tidak pernah mendengar anak kecil yang hanya meminta kesempatan hidup," tuturnya tajam.

"Di bawah pohon cengkeh itu menjadi saksi bisu. Kita membaca ironi bangsa sendiri, bahwa kadang, yang mati bukan hanya seorang anak, tapi juga nurani kita," ujarnya lagi.

Di bagian akhir, Deddy menyampaikan duka mendalam kepada ibu korban. Ia pun memohon maaf karena merasa belum mampu berbuat sesuatu untuk mencegah tragedi itu terjadi.

Baca Juga: Bicara Perdamaian Global, Rocky Gerung Kritik Pemerintah soal Anak Sekolah Kesulitan Beli Alat Tulis di NTT

Baginya, di tanah Jerebuu kini tersisa jejak kaki kecil yang tak sempat menuntut haknya untuk hidup lebih baik, sementara seorang ibu harus menerima kenyataan pahit kehilangan dunianya.

"Di Jerebuu, NTT. Di mana bumi masih menyimpan jejak sepasang kaki kecil yang tak sempat menuntut hak yang tak pernah didengar. Dan langit entah bagaimana. Tak lagi biru bagi seorang mama yang kehilangan dunia dalam selembar surat. Maafkan kami, Nak. Maafkan ketidakberdayaan kami untuk menolongmu," ujarnya mengakhiri syair dengan tangis.


Berita Terkait


News Update