Mengapa Umat Islam Nyekar Menjelang Ramadhan? Berikut Manfaat dan Hikmahnya

Jumat 06 Feb 2026, 17:31 WIB
Ilustrasi tempat pemakaman (Sumber: Pinterest/@Hening)

Ilustrasi tempat pemakaman (Sumber: Pinterest/@Hening)

Tak jarang, momen ziarah menjadi kesempatan mengobrol, bercanda, dan merayakan kebersamaan dalam suasana yang lebih tenang. Ini menjadi ruang intim yang jarang didapat dalam kesibukan sehari-hari.

3. Refleksi Makna Kehidupan dan Kematian

Banyak orang merasakan bahwa berziarah membuat mereka lebih memahami arti kehidupan. Realita tentang kematian mengingatkan bahwa waktu hidup bersifat sementara dan harus dimanfaatkan dengan baik.

Momen ini menghadirkan pertanyaan mendalam: Apa yang telah saya lakukan selama hidup? Apakah saya sudah berbuat baik kepada orang-orang di sekitar saya? Pertanyaan-pertanyaan reflektif ini sangat membantu pembentukan karakter dan kesehatan mental seseorang.

4. Menghadirkan Rasa Tenang dan Kedamaian

Suasana pemakaman yang hening dan personal membuat seseorang lebih mudah masuk ke kondisi emosional yang tenang. Banyak yang merasakan kelegaan batin setelah berdoa dan merenung di makam keluarga.

5. Meningkatkan Religiusitas

Nyekar menjelang Ramadan juga meningkatkan sisi religius seseorang. Doa yang dipanjatkan, harapan yang dihaturkan, serta kesadaran akan kefanaan manusia membuat seseorang semakin dekat dengan Tuhan.

Dalam ajaran agama, ziarah kubur juga memiliki nilai ibadah yang dapat membawa kebaikan bagi yang menjalankannya.

Baca Juga: Kapan 1 Ramadhan 1447 H? Ini Perhitungan Kalender Hijriah Februari 2026 yang Perlu Kamu Tahu

Nyekar sebagai Tradisi Menyambut Ramadan

Di banyak daerah, tradisi ini dilakukan sebelum puasa Ramadan sebagai bentuk penyucian hati. Dengan berziarah, masyarakat berharap dapat memasuki bulan suci dengan hati bersih dan penuh ketenangan.

Nyekar juga menjadi simbol doa agar mendiang turut “disertakan” dalam keberkahan bulan Ramadan melalui pahala doa yang dikirimkan oleh keluarga yang masih hidup.

Tradisi nyekar merupakan bagian integral dari warisan budaya dan spiritual masyarakat Indonesia. Selain mempertahankan nilai historis dan religius, nyekar juga berfungsi sebagai penguat ikatan sosial dalam keluarga maupun masyarakat.

Melestarikannya berarti menjaga keseimbangan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dengan mengenang dan mendoakan mereka yang telah tiada, masyarakat memperkuat akar budaya sekaligus memupuk nilai kemanusiaan.


Berita Terkait


News Update