Wamenhaj Tegaskan Petugas Haji Wajib Fokus Melayani Jamaah, Bukan Nebeng Berhaji

Rabu 04 Feb 2026, 12:25 WIB
Potret Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak yang memastikan tidak ada lagi petugas haji yang nebeng berhaji. (Sumber: haji.go.id)

Potret Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak yang memastikan tidak ada lagi petugas haji yang nebeng berhaji. (Sumber: haji.go.id)

POSKOTA.CO.ID - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak kembali menegaskan pentingnya sikap profesionalitas petugas haji dalam melayani Jamaah Indonesia di tanah suci.

Ia mengingatkan bahwa penugasan sebagai petugas haji bukanlah kesempatan untuk ikut "nebeng haji", melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Penegasan tersebut disampaikan Dahnil saat pengukuhan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dai Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Jumat 30 Januari 2026.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa seluruh petugas telah melawati berbagai proses seleksi dan pelatihan panjang yang dirancang untuk membentuk tim yang solid dan disiplin.

Baca Juga: Kenapa Chiki Fawzi Dicopot dari Petugas Haji 2026? Ini Penjelasan dan Fakta Terbarunya

Menurut Dahnil, orientasi utama petugas haji harus sepenuhnya tertuju pada pelayanan jamaah sebagai tamu Allah SWT. Kata dia, pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada lagi praktik petugas yang sekadang "nebeng haji" dan mengabaikan tugas pelayanan selama penyelenggaraan ibadah haji.

Pelatihan Panjang untuk Bentuk Petugas Profesional

Dahnil menjelaskan, PPIH Arab Saudi tahun ini menjalani pendidikan dan pelatihan selama total 30 hari. Sebanyak 20 hari dilaksanakan secara luring di Asrama Haji Pondok Gede dengan pola semi militer, kemudian dilanjutkan 10 hari pelatihan daring.

Pelatihan tersebut dirancang untuk membangun kedisiplinan, kekompakan tim, serta memperjelas sistem komando selama bertugas di Tanah Suci. Menurutnya, pola ini merupakan terobosan baru karena sebelumnya belum pernah ada diklat petugas haji dengan durasi selama satu bulan penuh.

Ia memastikan, sistem pelatihan serupa akan diterapkan secara menyeluruh, termasuk bagi petugas haji gelombang berikutnya, guna menciptakan standar pelayanan yang lebih profesional.

Menurutnya, tidak boleh ada perlakuan istimewa bagi siapa pun. Seluruh petugas berada di bawah satu bendera yang sama, yakni sebagai pelayan jamaah haji Indonesia.

Baca Juga: Selain Chiki Fawzi, Kemenhaji Sebut Ada Calon Petugas Haji Lain yang Gagal

Pemerintah Ingin Akhiri Praktik Nebeng Haji

Dahnil secara terbuka menyebut bahwa pola pembinaan ini dirancang untuk menjawab kritik publik terkait adanya petugas yang memanfaatkan penugasan sebagai sarana berhaji. Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada lagi praktik “nebeng naik haji”.

Ia juga mengingatkan agar petugas tidak memposisikan diri sebagai jamaah. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan haji sebelumnya, masih ditemukan kasus petugas yang justru meminta dilayani, bukan melayani. “Petugas jangan memposisikan diri sebagai jamaah. Itu tidak boleh terjadi lagi,” katanya.

Baca Juga: Sempat Kecewa Dicopot Mendadak, Chiki Fawzi Dipercaya Lagi Dampingi Jemaah Haji 2026

Petugas Haji Bawa Nama Baik Bangsa

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa menjadi petugas haji merupakan amanah besar dari negara. Tugas tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ibadah, tetapi juga menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat.

Indonesia setiap tahun memberangkatkan jamaah haji dengan jumlah terbesar di dunia. Karena itu, menurut Irfan Yusuf, tata kelola yang tertib serta kualitas petugas yang andal menjadi kunci sukses penyelenggaraan ibadah haji.

Ia menambahkan, wajah Indonesia di mata dunia tercermin dari sikap, keteguhan, dan kepekaan petugas dalam melayani jamaah.

Kementerian Haji dan Umrah secara resmi menutup rangkaian pendidikan kilat PPIH pada Jumat 30 Januari 2026. Sebanyak 1.622 petugas haji dikukuhkan untuk bertugas melayani jamaah haji Indonesia tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan kembali bahwa seluruh petugas telah disiapkan sebagai tim yang solid dan terlatih.

Ia memastikan, pada penyelenggaraan haji tahun ini tidak ada lagi petugas yang sekadar ikut berhaji, melainkan benar-benar hadir untuk melayani jamaah secara profesional dan penuh tanggung jawab.


News Update