POSKOTA.CO.ID - Penggunaan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) semakin populer di tengah masyarakat Indonesia, terutama di kalangan pengguna e-commerce.
Kemudahan berbelanja tanpa harus membayar secara langsung membuat layanan ini menjadi pilihan praktis untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.
Salah satu fitur BNPL yang paling banyak digunakan adalah Shopee Paylater (SPaylater). Melalui layanan ini, pengguna dapat berbelanja sekarang dan melunasi pembayaran di kemudian hari sesuai tenor yang dipilih, sehingga terasa lebih ringan dan fleksibel.
Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat sejumlah risiko yang kerap luput dari perhatian. Jika pengguna terlambat membayar tagihan Shopee Paylater , berbagai konsekuensi serius dapat terjadi, mulai dari denda, penurunan skor kredit, hingga pemblokiran akun.
Baca Juga: Cara Mengaktifkan DANA PayLater Terbaru, Cek Syarat dan Ketentuannya di Sini!
Shopee Paylater dan Kemudahan Belanja Sekarang Bayar Nanti
Shopee Paylater memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus langsung membayar penuh. Sistem cicilan dan tempo pembayaran yang ditawarkan membuat fitur ini terasa praktis, terutama bagi pengguna yang aktif berbelanja online.
Namun, kemudahan tersebut datang dengan tanggung jawab. Pengguna diwajibkan membayar tagihan tepat waktu sesuai tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan. Jika tidak, berbagai sanksi siap menanti.
Baca Juga: Cara Menonaktifkan Shopee Paylater dengan Aman, Ini Panduan Lengkapnya
Risiko Telat Bayar Shopee Paylater
Berikut ini beberapa risiko serius yang dapat terjadi jika pengguna telat membayar tagihan Shopee Paylater.
- Denda Keterlambatan yang Membebani
Risiko paling awal yang akan dirasakan adalah denda keterlambatan. Shopee mengenakan denda sebesar 5 persen dari total tagihan yang belum dibayarkan jika melewati tanggal jatuh tempo.
Jika nominal belanja cukup besar, maka jumlah denda pun bisa terasa berat. Apalagi jika keterlambatan terus berlanjut, akumulasi denda akan semakin meningkat setiap bulannya.
Selain itu, pengguna juga bisa kehilangan akses ke berbagai promo, voucher, dan penawaran menarik yang biasanya tersedia bagi pengguna aktif.
- Skor Kredit Berpotensi Menurun
Shopee Paylater terhubung dengan sistem kredit nasional seperti SLIK OJK. Riwayat pembayaran yang buruk, baik karena sering telat maupun gagal bayar, dapat tercatat dalam sistem tersebut.
Dampaknya, skor kredit pengguna bisa menurun dan berpengaruh saat mengajukan pinjaman di bank, leasing, atau lembaga keuangan lainnya di masa depan.
- Fitur Shopee Paylater Bisa Dibatasi atau Dinonaktifkan
Pengguna dengan catatan keterlambatan pembayaran berisiko mengalami pembatasan akses hingga penonaktifan fitur Shopee PayLater.
Jika hal ini terjadi, pengguna tidak lagi bisa menggunakan layanan Paylater untuk transaksi selanjutnya, yang tentu menyulitkan bagi mereka yang sudah terbiasa mengandalkan metode pembayaran ini.
- Penagihan Intensif yang Mengganggu Kenyamanan
Saat terjadi keterlambatan, Shopee akan mengirimkan pengingat melalui berbagai saluran, mulai dari notifikasi aplikasi, SMS, email, hingga panggilan telepon.
Jika tunggakan berlangsung lama, penagihan bisa menjadi lebih intens dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, penagihan juga dapat dilakukan oleh pihak ketiga, yang tentu menimbulkan rasa tidak nyaman dan stres.
- Risiko Masuk Daftar Hitam Kreditur
Risiko paling serius adalah kemungkinan masuk ke daftar hitam kreditur akibat gagal melunasi tagihan dalam jangka panjang. Jika sudah masuk daftar hitam, pengguna akan kesulitan mengajukan kredit kendaraan, KPR, hingga pinjaman modal usaha. Bahkan, akun Shopee bisa diblokir sehingga seluruh layanan dan fitur di platform tersebut tidak lagi dapat digunakan.
Baca Juga: Bunga Shopee PayLater 2,95 Persen, Begini Cara Menghitung Cicilan agar Tak Kaget
Cara Bijak Menggunakan Shopee Paylater Agar Aman
Agar terhindar dari berbagai risiko di atas, pengguna Shopee Paylater disarankan untuk menerapkan langkah-langkah bijak berikut ini.
- Pertama, buat catatan setiap transaksi yang menggunakan Shopee Paylater agar total tagihan dapat dipantau dengan jelas.
- Kedua, biasakan membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo, bahkan lebih awal jika memungkinkan.
- Ketiga, manfaatkan fitur pengingat tagihan di aplikasi Shopee agar tidak lupa jadwal pembayaran.
- Keempat, prioritaskan pembayaran Shopee Paylater dibandingkan pengeluaran konsumtif lainnya agar tidak terkena denda.
Jika mengalami kendala keuangan, segera hubungi Customer Service Shopee untuk mencari solusi terbaik sebelum masalah semakin besar.
Shopee Paylater memang menawarkan kemudahan dan fleksibilitas dalam berbelanja, tetapi juga menyimpan risiko besar jika tidak dikelola dengan baik. Keterlambatan pembayaran bukan hanya berdampak pada denda, tetapi juga dapat memengaruhi skor kredit dan masa depan finansial pengguna.
Oleh karena itu, gunakan Shopee Paylater secara bijak, sesuaikan dengan kemampuan finansial, dan pastikan selalu membayar tagihan tepat waktu agar terhindar dari masalah keuangan di kemudian hari.
