JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komika Pandji Pragiwaksono bertabayun perihal materi stand up comedy bertajuk Mens Rea di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Februari 2026.
Pandji menyampaikan, kedatangannya ke MUI dilandasi niat untuk memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan maksud pertunjukan komedinya. Ia mengakui terdapat sejumlah bagian materi yang memang perlu dielaborasi supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Saya datang untuk menjelaskan maksud dari pertunjukan saya. Beberapa materi memang perlu penjelasan agar tidak disalahartikan. Alhamdulillah, saya diterima dengan sangat baik dan mendapat banyak masukan,” kata Pandji dikutip dari situs MUI, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menegaskan, dirinya selalu membuka ruang evaluasi dan perbaikan, baik sisi karya maupun niat di balik penyampaian materi. Sosok berusia 46 tahun itu memastikan tidak pernah berniat menciptakan kegaduhan.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Jadwalkan Pemanggilan Pandji Pragiwaksono Terkait Materi Stand Up Mens Rea
“Masukan dari MUI akan saya pegang. Jika ada kekurangan dalam penulisan materi, tentu saya ingin memperbaikinya dan menjadi lebih baik ke depan,” ucapnya.
MUI Buka Dialog dengan Pandji
Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan bagian dari proses klarifikasi atas isu yang ramai diperbincangkan di ruang publik. Meski pertemuan berlangsung tanpa dijadwalkan, MUI tetap membuka ruang dialog demi kepentingan umat dan klarifikasi berimbang.
“Hari ini kami menerima silaturahmi Bang Pandji bersama rekan-rekannya untuk melakukan tabayun atas persoalan yang sempat ramai. Informasi ini penting sebagai bagian dari proses MUI dalam memberikan panduan keagamaan kepada masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, MUI perlu memahami persoalan secara menyeluruh dengan melihat konteks pertunjukan secara utuh, termasuk keseluruhan materi dan bukan hanya potongan video yang beredar di publik. Hal itu diperlukan agar sikap dan pandangan keagamaan tetap proporsional.
Baca Juga: Raffi Ahmad Tanggapi Namanya Disinggung dalam Stand Up Comedy Mens Rea Pandji Pragiwaksono
Dalam pertemuan tersebut, MUI juga memberikan sejumlah masukan kepada Pandji, khususnya materi komedi yang bersinggungan dengan isu keagamaan. Ia menyebut terdapat dua poin penting hasil tabayun, yakni komitmen Pandji untuk memperbaiki materi yang sensitif dan berpotensi menimbulkan multi-tafsir, serta mengarahkan karya ke hal-hal yang lebih positif.
“Kami melihat adanya itikad baik dan komitmen untuk melakukan perbaikan. Ini tentu patut diapresiasi,” tuturnya.
