POSKOTA.CO.ID - Wajah kota semrawut penuh beragam spanduk dan baliho menjadi perbincangan publik. Presiden Prabowo Subianto sampai meminta kepala daerah menciptakan ruang publik yang asri dan nyaman.
Seperti diberitakan, wajah kota dan daerah menjadi satu dari sekian pesan yang disampaikan Prabowo kepada para kepala daerah saat memberikan taklimat pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Semrawutnya baliho, spanduk iklan, dan kabel listrik serta utilitas yang menjuntai tidak tertata di ruang publik dinilai merusak estetika kota serta mengganggu kenyamanan publik. Ini harus dibenahi.
“Sepanjang mata memandang dalam perjalanan yang terlihat spanduk dan baliho membentang nggak karuan. Tak sedikit yang menutupi rambu jalan. Ruang publik terlihat acak adul.Kalau sudah begini siapa salah?” kata Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan Yudi.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Berantas Korupsi tanpa Tedeng Aling-Aling
“Enggak usah saling menyalahkan dan mencari-cari kesalahan. Solusi sudah di depan mata,” ujar Yudi.
“Yang pasti, apa yang diutarakan Pak Presiden soal semrawutnya spanduk dan baliho, sama seperti yang kita rasakan, cuma kita mau bilang apa, paling mengeluh” tutur Yudi.
“Itu namanya Pak Presiden bisa merasakan denyut nadi masyarakat, apa yang menjadi keluhan rakyat, lantas menyelesaikannya dengan meminta para kepala daerah menertibkannya untuk mewujudkan Indonesia asri,” ucap mas Bro.
“Kalau kita, rakyat kecil yang protes, boleh jadi akan dijawab kamu tahu apa. Spanduk dan baliho iklan itu untuk pemasukan kas daerah. Kian banyak yang pasang spanduk dan baliho, pemasukan daerah akan semakin besar,” ungkap Heri.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Samakan Langkah, Ribuan Pejabat Berkumpul di Bogor
“Seandainya nih kita bilang lagi, tapi pasangnya jangan di tempat strategis yang mengganggu dan merusak keindahan kota. Boleh jadi akan dijawab, 'lho mereka berani bayar mahal karena tempatnya yang strategis',” beber Yudi.
“Jawaban seperti itu tidaklah salah, tapi jangan lupa pula bahwa masyarakat yang hilir mudik melalui jalan tersebut, juga pembayar pajak,” kata Heri.
“Sudah, sudah, enggak usah berandai-andai. Semoga setelah adanya arahan dari Pak Presiden, kota di tiap daerah akan lebih asri, ruang publik tidak acak adul lagi dipenuhi spanduk dan baliho yang malang melintang,” ujar mas Bro.
“Intinya pasang spanduk dan baliho iklan sah-sah saja, hanya saja diatur agar lebih tertib. Tidak merusak keindahan, malah menambah pesona karakter lokal untuk mendorong pariwisata dan perekonomian daerah,” tutur Heri.
“Usaha butuh promosi, harus kita dukung, namun sejalan dengan kepentingan publik. Gunakan media yang tepat dan terpercaya seperti poskota - poskota.co.id, selain meriah, juga lebih efektif karena menjangkau segala lapisan masyarakat,” kata masBro.
“Promosi nih ye," sindir Yudi.
“Sesekali dimaklumi,” pungkas Heri. (Joko Lestari)
