"Anak mungkin dapat makan dari MBG, tapi tak mampu membeli alat tulis, sementara anggaran pendidikan yang harusnya bisa memastikan setiap anak bisa belajar dengan tenang tanpa rasa malu karena tak punya alat tulis justru habis buat makan, ada sepertiga anggaran Pendidikan yang diambil untuk program MBG yang tidak berhubungan langsung dengan Pendidikan," pungkas Retno
Ini alarm keras untuk evaluasi kebijakan untuk masa depan anak dan pendidikan di Indonesia.
