POSKOTA.CO.ID - Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang tidak hanya menuntut kesabaran, tetapi juga menjadi momen spiritual bagi setiap muslim.
Saat azan magrib berkumandang, waktu berbuka selalu menjadi detik yang penuh syukur, haru, dan kebahagiaan setelah menahan lapar serta dahaga sejak fajar.
Pada momen inilah doa memiliki kedudukan istimewa. Banyak ulama menjelaskan bahwa waktu berbuka adalah salah satu saat mustajab untuk memanjatkan permohonan.
Dalam salah satu hadis riwayat Tirmidzi disebutkan:
“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka, dan doa orang yang dizalimi.”
Hadis ini menunjukkan betapa berharganya waktu berbuka puasa. Karena itu, membaca doa merupakan amalan sederhana namun sarat makna. Imam al-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menghimpun lima doa berbuka puasa yang dapat diamalkan. Kelimanya bersumber dari berbagai riwayat sahih dan tidak mengikat. Seorang muslim bebas memilih doa yang paling mudah dihafal dan dipahami.
Baca Juga: Jadwal Sholat Tarawih Ramadhan 2026 versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Keutamaan Membaca Doa Berbuka Puasa
Berbuka puasa bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga ibadah. Doa menjadi wujud syukur atas nikmat Allah yang memungkinkan seseorang menjalankan puasa dengan baik. Selain itu, doa menjadi bentuk pengakuan bahwa segala kekuatan berasal dari-Nya.
Secara teologis, doa juga menuntun seseorang pada kesadaran spiritual. Dengan doa, seorang muslim diingatkan bahwa keberhasilan menjalani puasa baik menahan lapar, emosi, maupun hawa nafsu bukan semata hasil usaha pribadi, melainkan karunia dari Allah SWT.
Melansir dari website mui.or.id berikut adalah 5 doa berbuka puasa menjelang Ramadhan:
5 Doa Berbuka Puasa Menurut Imam al-Nawawi
1. Doa dari Riwayat Abu Daud – Ibnu Umar
Doa yang paling dikenal di banyak negara muslim ini memiliki pesan syukur yang mendalam.
Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya:
“Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala, insya Allah.”
Hadis riwayat Abu Daud ini menggambarkan rasa lega dan syukur setelah melewati ujian puasa sehari penuh.
2. Doa dari Riwayat Abu Daud – Mu’adz bin Zahrah
Doa ini menjadi salah satu yang populer di masyarakat Indonesia.
Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin:
Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Masyarakat Indonesia sering menambahkan kalimat tambahan yang tetap dibolehkan, karena doa bersifat luas.
3. Doa dari Riwayat Ibnu Sunni – Mu’adz bin Zahrah
Doa ini menegaskan rasa syukur karena Allah memberi kemampuan untuk berpuasa.
Arab:
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
Latin:
Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang menolongku sehingga aku dapat berpuasa dan memberi rezeki hingga aku dapat berbuka.”
4. Doa dari Riwayat Ibnu Sunni – Ibnu Abbas
Doa ini memuat permohonan agar ibadah puasa diterima oleh Allah.
Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا
Latin:
Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal minna…
Artinya:
“Ya Allah, karena-Mu kami berpuasa, dan dengan rezeki-Mu kami berbuka. Maka terimalah puasa kami.”
Doa ini sangat sesuai dibaca secara bersama-sama dalam keluarga atau jamaah.
Baca Juga: Jadwal Puasa Ramadhan Muhammadiyah 2026 dan Periode Libur Lebaran Terbaru
5. Doa dari Riwayat Ibnu Majah – Ibnu Umar
Doa ini berfokus pada permohonan ampunan.
Arab:
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Latin:
Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
Membaca seluruh doa tentu sangat baik, namun tidak wajib. Umat Islam dapat memilih salah satu atau dua doa yang paling sesuai dan mudah diingat. Yang terpenting adalah ketulusan serta kesadaran bahwa doa merupakan momentum mendekatkan diri kepada Allah.
Sebagaimana disampaikan banyak ulama, “Tidak ada batasan khusus dalam doa berbuka puasa selama maknanya baik.” Dengan demikian, membaca doa apa pun yang mengandung pujian kepada Allah dan permohonan kebaikan tetap diperbolehkan.
Berbuka puasa bukan hanya momen mengisi kembali kebutuhan fisik, tetapi juga waktu mustajab untuk memohon dan bersyukur. Lima doa di atas adalah tuntunan yang diwariskan ulama dan dapat menjadi pengingat bahwa setiap detik Ramadhan penuh keberkahan. Anda dapat memilih salah satu yang paling mudah, lalu membacanya secara rutin setiap kali berbuka.
