Sebelumnya, Sejumlah warga sekitar turut memprotes terkait bau menyengat yang berasal dari aktivitas pengolahan dan pengangkutan sampah tersebut.
Salah satunya warga Perumahan Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur, Nadine 36 tahun, mengaku masih merasakan dampak operasional fasilitas pengolahan sampah RDF Rorotan yang berlokasi tak jauh dari tempat tinggalnya sejak hampir satu tahun terakhir.
Ia menyebut, sejak uji coba sekitar Februari-Maret 2025, warga kerap mencium bau menyengat disertai asap dan partikel mirip abu yang memicu gelombang protes karena dinilai mengganggu kesehatan.
Baca Juga: Kemenkes Keluarkan Edaran Bahaya Virus Nipah, Dinkes Jakarta Ingatkan Potensi Penularan
“Di awal-awal uji coba itu keluar emisi berupa asap, bau, dan abu yang menyesakkan. Banyak warga jatuh sakit sampai dengan hari ini. kami takut lama2 bisa terkena kanker,” ujar Nadine kepada Poskota pada Minggu, 1 Februari 2026.
Ia mengatakan uji coba RDF telah dilakukan beberapa kali, namun bau dan emisi masih dirasakan warga di sejumlah klaster perumahan.
Kondisi ini memicu kekecewaan karena operasional tetap berjalan meski dinilai belum memenuhi standar hukum yang berlaku.
“Kalau uji coba gagal harusnya diperbaiki dulu, bukan langsung gas terus beroperasi. Di luar negeri boro-boro beroperasi as usual, izin aja pasti tidak dikeluarkan. Kami sudah kena dampaknya, sudah ada anak-anak, balita, lansia yang diperiksa karena berbagai keluhan kesehatan oleh Dinas Kesehatan, tapi RDF tetap jalan,” ucap Nadine. (cr-4)
