Menurutnya, dampak jangka pendek air lindi memunculkan risiko gangguan saluran pernapasan atas akibat paparan gas seperti amonia, hidrogen sulfida, dan metana dari proses dekomposisi sampah.
"Gejalanya antara lain batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, dan sakit kepala," ungkap Dicky.
Selain itu, kandungan logam berat dan mikroorganisme yang terkandung dalam air lindi dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit.
"Serta gangguan pencernaan seperti gastroenteritis jika mencemari air rumah tangga dan bahan makanan," ujar dia.
Baca Juga: Penutupan Jalan Teh Akibat Syuting Film Lisa Blackpink Picu Keluhan Pedagang Kota Tua
Sementara untuk dampak jangka panjang, paparan kronis logam berat seperti timbal, kadmium, dan merkuri berpotensi mengganggu fungsi ginjal dan hati, memicu anemia, serta gangguan saraf.
Ia juga mengingatkan adanya potensi risiko karsinogenik dari bahan kimia seperti benzena dan toluena, serta peningkatan penyakit berbasis lingkungan akibat berkembangnya vektor seperti lalat, tikus, dan nyamuk di area tercemar.
“Risiko jangka panjang bisa berupa penyakit kronis, gangguan organ, gangguan saraf, bahkan potensi kanker dari bahan kimia karsinogenik. Selain itu juga bisa meningkatkan risiko penyakit menular berbasis lingkungan seperti diare, leptospirosis, sampai kolera,” ucap dia.
Dicky mengatakan, persoalan pro dan kontra terhadap fasilitas RDF di berbagai wilayah umumnya dipicu ketidakseimbangan antara tujuan teknologi dan kesiapan sistem pengelolaan limbah pendukung.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Pastikan Video Dugaan Pungli di Cideng Merupakan Rekaman Lama
Secara konsep, RDF merupakan solusi ekonomi sirkular yang ramah lingkungan, namun harus disertai pemilahan sampah dari sumber, sistem pengolahan lindi tertutup dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) memadai, serta pengawasan emisi dan residu secara berkala.
“Di lapangan sering dijalankan dengan basis operasional darurat, minim infrastruktur pendukung dan monitoring lingkungan yang ketat. Akibatnya potensi solusi bisa berbalik jadi sumber pencemaran baru,” ujarnya.
