PENJARINGAN, POSKOTA.CO.ID - Genangan setinggi betis orang dewasa merendam ruas Jalan Muara Baru, tepatnya di depan Apartemen Pluit Sea View, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu 1 Februari 2026. Genangan yang melanda ruas jalan di lokasi tersebut bahkan sampai dimanfaatkan sejumlah anak-anak untuk bermain air.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Minggu siang, kendaraan masih bisa melintasi genangan, sebab jalan yang tergenang juga bukan jalan utama yang dilewati kendaraan.
Menurut salah satu warga, Hasan, air mulai naik sejak dini hari tadi setelah hujan deras mengguyur. Kondisi genangan saat ini sudah mulai surut jika dibandingkan pagi tadi.
"Tadi padi bahkan lebih tinggi, kalau sekarang udag mulai surut," kata Hasan di lokasi.
Baca Juga: Proyek Underpass Citayam Ditargetkan 2027, Pemkot Depok Siapkan Rp80 Miliar
Ia mengungkapkan bahwa kawasan tersebut memang kerap menjadi langganan banjir. Kondisi itu semakin berisiko terjadi ketika hujan deras dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah tersebut.
"Kalau udah hujan gede, terus hujannya lama kayak semalem deh tuh misalnya, nah itu pasti banjir. Kalau penyebabnya kurang tau ya, tapi kalau yang bisa dilihat sih yang pasti salurannya enggak berfungsi, mungkin mampet kali ya," ucap dia.
Perukiman warga juga ikut terdampak, tepatnya di RT 01 RW 17 Kelurahan Penjaringan, dimana ada puluhan rumah warga yang sampai siang ini masih tergenang.
Salah satunya rumah Anis, 47 tahun, yang berada di Gang Tembok Bolonh RT 01 RW 17. Terlihat air masih menggengangi rumahnya hingga diatas mata kaki orang dewasa.
Baca Juga: Gegara Ditinggal Istri, Pria di Pasar Kemis Gantung Diri di Pohon Mangga
Anis mengatakan, air mulai menggenangi permukiman sejak dini hari tadi setelah hujan deras mengguyur. Padahal ia menyebut sebelumnya banjir sudah mulai surut di lokasi ini.
"Tadi pagi naik lagi, semalam kan ujan gede, jadi airnya naik lagi," kata Anis saat ditemui di lokasi.
Ibu rumah tangga ini menyebut wilayahnya memang sudah menjadi langganan banjir ketika hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur. Bahkan ia mengaku sudah terbiasa dengan situasi banjir.
"Dari dulu memang udah banjir, jadi memang udah langganan lah. Kalau penyebabnya karena apa saya juga enggak tau," ucap dia.
Baca Juga: Soal Bau di RDF Rorotan, Pramono: Masalahnya Transportasi untuk Angkut Sampah
Anis menjadi salah satu warga yang rumahnya ditinggikan. Ia menyebut, sejak belasan tahun tinggal di kawasan ini, rumahnya baru saja ditinggikan pada tahun lalu.
"Baru tahun lalu bulan 11 kemarin ditinggiin. Ya biar enggak repot aja, apalagi kalau mau aktivitas, anter anak sekolah, belum lagi nanti pas pulang sekolah harus jemput lagi," kata dia.
Dai, pengurus RT 01 menyampaikan setidaknya ada puluhan rumah warga yang terdampak banjir. Ia menyebut di RW 17, hanya ada satu RT yakno RT 01 yang terdampak banjir.
"Kalau di sini ya cuma ada satu RT aja di RT 01, RT lain aman enggak kena banjir. Yang paling terdampak itu ada di RT 01 induk," ungkapnya.
Ibu rumah tangga ini menyebut, warga sendiri sudah menyampaikan keluhan mereka misalnya ketika sedang ada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
"Ya keluhannya kami sampaikan kalau lagi ada semacam rapat lah, warga mah udah laporan," ujarnya. (pan)
