"Tadi pagi naik lagi, semalam kan ujan gede, jadi airnya naik lagi," kata Anis saat ditemui di lokasi.
Ibu rumah tangga ini menyebut wilayahnya memang sudah menjadi langganan banjir ketika hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur. Bahkan ia mengaku sudah terbiasa dengan situasi banjir.
"Dari dulu memang udah banjir, jadi memang udah langganan lah. Kalau penyebabnya karena apa saya juga enggak tau," ucap dia.
Baca Juga: Soal Bau di RDF Rorotan, Pramono: Masalahnya Transportasi untuk Angkut Sampah
Anis menjadi salah satu warga yang rumahnya ditinggikan. Ia menyebut, sejak belasan tahun tinggal di kawasan ini, rumahnya baru saja ditinggikan pada tahun lalu.
"Baru tahun lalu bulan 11 kemarin ditinggiin. Ya biar enggak repot aja, apalagi kalau mau aktivitas, anter anak sekolah, belum lagi nanti pas pulang sekolah harus jemput lagi," kata dia.
Dai, pengurus RT 01 menyampaikan setidaknya ada puluhan rumah warga yang terdampak banjir. Ia menyebut di RW 17, hanya ada satu RT yakno RT 01 yang terdampak banjir.
"Kalau di sini ya cuma ada satu RT aja di RT 01, RT lain aman enggak kena banjir. Yang paling terdampak itu ada di RT 01 induk," ungkapnya.
Ibu rumah tangga ini menyebut, warga sendiri sudah menyampaikan keluhan mereka misalnya ketika sedang ada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
"Ya keluhannya kami sampaikan kalau lagi ada semacam rapat lah, warga mah udah laporan," ujarnya. (pan)
