WhatsApp Disebut Tidak Aman oleh Elon Musk dan Pavel Durov, Meta Beri Bantahan

Jumat 30 Jan 2026, 18:32 WIB
Elon Musk mengkritik keamanan WhatsApp. (Sumber: X/elonmusk)

Elon Musk mengkritik keamanan WhatsApp. (Sumber: X/elonmusk)

Dalam pernyataan lain yang lebih tajam, Durov bahkan menuliskan, “Anda benar-benar bodoh jika percaya WhatsApp aman di 2026. Ketika kami menganalisis bagaimana WhatsApp menerapkan ‘enkripsinya’, kami menemukan banyak celah serangan,” tulis Durov.

Meski demikian, Durov tidak memaparkan secara rinci detail teknis celah keamanan yang dimaksud ke publik.

Baca Juga: Kenapa Rial Iran Lemah? Ini Faktor Pemicu hingga Bikin Rupiah Bernilai Fantastis

Gugatan Class Action Terhadap Meta di AS

Kritik Musk dan Durov muncul bersamaan dengan gugatan class action yang diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat di San Francisco. Gugatan tersebut menuding Meta diam-diam memiliki kemampuan mengakses, menyimpan, dan menganalisis sebagian isi percakapan WhatsApp, meskipun layanan itu mengklaim menggunakan enkripsi end-to-end.

Para penggugat berasal dari berbagai negara, termasuk India, Brasil, Australia, Meksiko, dan Afrika Selatan. Mereka mencurigai adanya sistem internal Meta yang memungkinkan akses pesan pengguna melalui User ID tertentu di seluruh ekosistem Meta.

Dokumen gugatan juga menyebut dugaan keberadaan “pintu belakang” yang memungkinkan pesan pengguna dibaca, termasuk pesan yang telah dihapus.

Baca Juga: Eropa Kirim Pasukan ke Greenland, Ketegangan Geopolitik dengan Amerika Serikat Kian Meningkat

Bantahan Keras WhatsApp dan Meta

Menanggapi tudingan tersebut, Head of WhatsApp Will Cathcart langsung memberikan bantahan tegas. Ia menyatakan bahwa WhatsApp tidak memiliki akses untuk membaca pesan pengguna.

"(Tuduhan) ini teramat sangat salah. WhatsApp tak bisa membaca pesan karena kunci enckripsi disimpan (stored) di ponsel Anda, dan kami tidak punya akses untuk membukanya," bantah Cathcart.

Ia juga menilai gugatan tersebut tidak berdasar dan hanya bertujuan mencari perhatian publik.

"Ini adalah gugatan yang tidak memiliki dasar kuat dan hanya ingin mendapat sorotan media, diajukan oleh perusahaan yang sama yang pernah membela NSO, setelah spyware mereka digunakan untuk menyerang jurnalis dan pejabat pemerintah," imbuh Cathcart.

Pernyataan serupa juga disampaikan juru bicara Meta, Andy Stone, yang menegaskan bahwa WhatsApp telah menggunakan Signal Protocol selama lebih dari satu dekade.


Berita Terkait


News Update