POSKOTA.CO.ID - Isu keamanan privasi aplikasi pesan instan kembali menjadi sorotan global setelah dua tokoh besar teknologi dunia, Elon Musk dan CEO Telegram Pavel Durov mengkritik terhadap WhatsApp.
Sorotan ini tidak muncul tanpa sebab. Kritik terhadap WhatsApp beriringan dengan bergulirnya gugatan class action terhadap Meta Platforms di Amerika Serikat, yang menuding adanya potensi celah keamanan sistem WhatsApp percakapan yang selama ini diklaim terenkripsi end-to-end.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik soal perlindungan data pribadi, pernyataan Elon Musk dan Pavel Durov semakin memperkeruh diskusi tentang sejauh mana aplikasi pesan populer benar-benar mampu menjaga kerahasiaan komunikasi penggunanya.
Baca Juga: Sejumlah Negara Perketat Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah, Ini Gejala yang Harus Diwaspadai
Pernyataan Elon Musk Soal WhatsApp dan Signal
Elon Musk pertama kali memicu polemik setelah mengutip unggahan berisi laporan Bloomberg mengenai gugatan hukum terhadap Meta. Dalam unggahannya di platform X pada Selasa 27 Januari 2026, Musk menyampaikan kritik keras terhadap keamanan WhatsApp, bahkan menyeret nama aplikasi Signal.
“WhatsApp tidak aman. Bahkan Signal pun diragukan. Gunakan X Chat,” tulis Elon Musk melalui akun X @elonmusk, dikutip Poskota, pada 30 Januari 2026.
Pernyataan tersebut kembali ditegaskan Musk dalam unggahan lain yang menyebut, "WhatsApp enggak aman. Bahkan Signal sekalipun dipertanyakan (keamanannya). Pakai X Chat," tulis Musk.
Selain mengkritik, Musk juga memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan X Chat, fitur pesan terbaru di platform X yang menggantikan sistem direct message sebelumnya.
Pavel Durov Klaim Temukan Celah Enkripsi WhatsApp

CEO Telegram Pavel Durov menyatakan sependapat dengan Musk. Ia mengklaim hasil analisis teknis timnya menunjukkan adanya kelemahan dalam penerapan enkripsi WhatsApp.
“Ketika kami menganalisis bagaimana WhatsApp menerapkan enkripsi, kami menemukan beberapa celah keamanan,” tulis Durov melalui resmi X miliknya @durov.
Pernyataan Durov tersebut kemudian mendapat respons singkat dari Elon Musk yang membalas, “benar”, menandakan kesamaan pandangan antara keduanya.
