Puasa Berapa Hari Lagi? Cek Hitungan Mundur Mulai Jumat 30 Januari 2026

Jumat 30 Jan 2026, 06:08 WIB
Ilustrasi - Prediksi jadwal dan hitungan mundur sejak hari ini, Jumat, 30 Januari 2026. (Sumber: Freepik)

Ilustrasi - Prediksi jadwal dan hitungan mundur sejak hari ini, Jumat, 30 Januari 2026. (Sumber: Freepik)

POSKOTA.CO.ID - Menjelang pergantian bulan Syaban menuju Ramadhan 2026, pertanyaan ‘Puasa berapa hari lagi?’mulai ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.

Umat Islam di berbagai daerah bersiap menyambut bulan suci yang selalu dinanti setiap tahunnya.

Bukan sekadar soal tanggal, Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperkuat spiritualitas, sekaligus menata kembali kehidupan sosial dan keluarga.

Memasuki akhir Januari 2026, hitungan mundur menuju Ramadhan 1447 Hijriah pun semakin dekat.

Kepastian tanggal awal Ramadhan menjadi hal penting bagi masyarakat, terutama untuk keperluan perencanaan.

Mulai dari pengaturan jadwal kerja, persiapan mudik, agenda ibadah, hingga pengelolaan kebutuhan rumah tangga, semuanya sangat bergantung pada kapan puasa dimulai.

Tak heran, pencarian informasi terkait hitungan mundur puasa Ramadhan selalu meningkat menjelang bulan suci.

Lantas, puasa berapa hari lagi? Berikut prediksi jadwal dan hitungan mundur sejak hari ini, Jumat, 30 Januari 2026.

Baca Juga: Sosok Dalang di Balik Kasus Dustin Tiffani Siapa? Ini Identitas Terduga Penipuan Mobil Rp200 Juta

Kapan Awal Puasa 2026?

Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun dari berbagai pihak berwenang, terdapat beberapa variasi tanggal mengenai awal Ramadhan 1447 H.

1. Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah telah mengumumkan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.


Keputusan ini ditetapkan melalui metode hisab hakiki oleh Majelis Tarjih dan Tajdid, yang mengandalkan perhitungan astronomi menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).


Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, yang menjadi acuan resmi bagi anggota dan simpatisan organisasi Muhammadiyah.

2. Versi Pemerintah

Sementara itu, proyeksi dari pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan bahwa awal Ramadhan kemungkinan besar akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.


Perkiraan ini didasarkan pada penghitungan mundur dari tanggal Idul Fitri 1447 H, yang telah ditetapkan jatuh pada 21-22 Maret 2026, sesuai SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026.

3. Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Hingga saat ini, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan tanggal resmi awal puasa 2026.


NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yang menggabungkan perhitungan astronomi dengan observasi langsung hilal di berbagai titik pengamatan di Indonesia.

Keputusan final dari pemerintah dan NU akan diumumkan setelah pelaksanaan sidang isbat, yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 29 Syakban 1447 H atau bertepatan dengan 17 Februari 2026.

Sidang tersebut mempertimbangkan laporan hasil pengamatan hilal dari seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Identitas Sosok Wanita yang Diduga Jadi Pemantik Hoaks Es Gabus Spons di Kemayoran Terkuak dan Terancam Somasi

Puasa Berapa Hari Lagi?

Jika dihitung mundur dari hari ini, Jumat, 30 Januari 2026, awal puasa tersisa sebagai berikut.

  • 19 hari lagi menuju awal puasa versi Muhammadiyah (18 Februari 2026)
  • 20 hari lagi menuju awal puasa versi pemerintah (19 Februari 2026)

Hitungan mundur ini menjadi acuan bagi umat Islam untuk menyiapkan diri secara spiritual maupun fisik.

Persiapan Menjelang Ramadhan

Selama sisa waktu menjelang puasa, umat Islam dianjurkan untuk melakukan hal-hal berikut.

Memperbaiki ibadah sehari-hari: Memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan memperkuat amalan sosial.

Melakukan puasa sunnah Syaban: Puasa sunnah pada bulan Syaban dianjurkan untuk melatih diri sebelum puasa Ramadhan.

Menyiapkan perlengkapan Ramadhan: Mulai dari menu sahur dan buka, kebutuhan rumah tangga, hingga jadwal ibadah di masjid.

Menyusun agenda spiritual dan sosial: Termasuk merencanakan zakat, sedekah, dan kegiatan keagamaan lainnya agar bulan suci lebih maksimal.

Dengan mengetahui hitungan mundur ini, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadhan 1447 H dengan hati yang bersih, raga yang sehat, dan niat yang tulus.


Berita Terkait


News Update