Keputusan ini ditetapkan melalui metode hisab hakiki oleh Majelis Tarjih dan Tajdid, yang mengandalkan perhitungan astronomi menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, yang menjadi acuan resmi bagi anggota dan simpatisan organisasi Muhammadiyah.
2. Versi Pemerintah
Sementara itu, proyeksi dari pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menunjukkan bahwa awal Ramadhan kemungkinan besar akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.
Perkiraan ini didasarkan pada penghitungan mundur dari tanggal Idul Fitri 1447 H, yang telah ditetapkan jatuh pada 21-22 Maret 2026, sesuai SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026.
3. Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Hingga saat ini, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan tanggal resmi awal puasa 2026.
NU menggunakan metode Hisab Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), yang menggabungkan perhitungan astronomi dengan observasi langsung hilal di berbagai titik pengamatan di Indonesia.
Keputusan final dari pemerintah dan NU akan diumumkan setelah pelaksanaan sidang isbat, yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 29 Syakban 1447 H atau bertepatan dengan 17 Februari 2026.
Sidang tersebut mempertimbangkan laporan hasil pengamatan hilal dari seluruh wilayah Indonesia.
Puasa Berapa Hari Lagi?
Jika dihitung mundur dari hari ini, Jumat, 30 Januari 2026, awal puasa tersisa sebagai berikut.
- 19 hari lagi menuju awal puasa versi Muhammadiyah (18 Februari 2026)
- 20 hari lagi menuju awal puasa versi pemerintah (19 Februari 2026)
Hitungan mundur ini menjadi acuan bagi umat Islam untuk menyiapkan diri secara spiritual maupun fisik.
Persiapan Menjelang Ramadhan
