SUKAMAKMUR, POSKOTA.CO.ID - Pergeseran tanah melanda Kampung Nanggerang, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor pada Kamis 29 Januari 2026.
Dilaporkan akibat kejadian ini, setidaknya 15 rumah warga mengalami kerusakan, diantaranya 3 rumah masuk kategori rusak berat, 5 rusak sedang, dan 7 lainnya rusak ringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani menyampaikan, pergeseran tanah yang terjadi diakibatkan intensitas hujan cukup tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
“Dikarenakan intensitas hujan yang cukup deras di wilayah tersebut sehingga mengakibatkan pergeseran tanah,” ujar Adam saat dikonfirmasi, Jumat 30 Januari 2026.
Baca Juga: Banjir Melanda Kampung Melayu, Ratusan Warga Mengungsi ke Sekolah
Karena dikhawatirkan adanya pergerakan tanah susulan, sebanyak 51 warga di lokasi tersebut diharuskan mengungsi dan dibangunkan tenda oleh pihak Kecamatan Sukamakmur.
Adam mengungkapkan, hingga saat ini pergerakan tanah susulan masih terus terjadi sehingga berpotensi berdampak ke rumah warga lainnya di sekitar lokasi.
“Saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi sehingga akan semakin berdampak kepada rumah yang lainnya sehingga kemungkinan data dan pengungsi akan terus bertambah,” ungkap Adam.
Baca Juga: Korban Tewas Tertimpa Longsor TPT di Bogor Dikenang sebagai Pribadi yang Taat Ibadah
“Pemilik rumah yang terdampak saat ini telah di evakuasi ke tempat yang lebih aman dan akan di dirikan tenda pengungsian oleh kecamatan sukamakmur,” katanya.
Lebih lanjut, Adam mengatakan bahwa rumah-rumah warga yang terancam terdampak pergeseran tanah saat ini juga sudah tidak ditempati.
Ia menyebut, pergeseran tanah ini berpotensi mengakibatkan rumah ambruk yang membahayakan warga.
Tanah di kawasan yang jaraknya 50 meter dari permukiman warga juga diketahui memiliki kondisi labil, sehingga warga terpaksa harus mengungsi demi keselamatan.
“Pemilik telah dievakuasi oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor di bantu pihak TNI/Polri dan aparatur desa setempat, dan dibutuhkan segera penanganan dari dinas teknis terkait,” ujarnya. (cr-6)
